Ilustrasi berobat. | Tribun

Berobat Pakai Askes, Petugas RSAL Tolak Purnawirawan TNI

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Purnawirawan TNI, Patriot, mengeluhkan pelayanan rumah sakit TNI AL. Pasalnya ia datang untuk berobat sekitar pukul 01.00 dinihari, Rabu (7/1/2015), namun petugas administrasi di rumah sakit tersebut menolak untuk melakukan proses pengobatan.

Patriot berobat memakai kartu Askes, namun petugas meminta dirinya untuk menunjukkan surat rujukan dari Puskesmas. Menurut Patriot, ia jelas tidak bisa mendapat rujukan pada tengah malam dari Puskesmas, karena sudah tidak ada yang buka.

Patriot sempat bertanya kepada petugas bersangkutan dimana ia bisa mendapat rujukan pada malam itu, namun petugas tidak bisa menjawab. “Masak saya harus berobat ke dukun,” katanya dengan nada kesal.

Sempat terjadi perdebatan antara Patriot dengan petugas tersebut, namun ia tetap ditolak karena petugas bersangkutan menuntut dirinya untuk membayar biaya administrasi sebelum melanjutkan proses pengobatan.

“Tiap bulan gaji saya dipotong untuk membayar Askes, masak waktu mau berobat saya harus membayar lagi,” kata Patriot ketika bertandang ke redaksi Cahaya Papua, sekitar pukul 03.00 kemarin malam.

Menurut Patriot, ia terpaksa berobat pada malam hari karena menderita tekanan darah tinggi yang lebih dulu diikuti dengan pusing dan telinga mendengung, sehingga tak bisa tidur. Karena itu ia memutuskan untuk berobat.

Karena tidak terima dengan pelayanan RSAL, Patriot akhirnya berobat pada malam itu juga ke RSUD Manokwari. Disana ia mengaku malah dilayani dengan baik begitu menunjukkan kartu Askes kepada petugas. “Saya dilayani dengan baik disana. Dikasih obat.”

Patriot menyatakan, akan melaporkan layanan publik di RSAL kepada pihak terkait. Pasalnya, RSAL yang dibiayai pemerintah, menurutnya, sudah melenceng dari tugas utamanya sebagai pusat pelayanan masyarakat.

“Yang terlihat justru aktivitas bisnis lebih utama,” tudingnya. “Saya akan ketemu Kafasharkan Manokwari untuk meminta penjelasan soal ini. Saya purnawirawan, kenapa diperlakukan begini.”

Menurut Patriot, sikap yang ditunjukkan petugas RSAL tidak sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk Indonesia Sehat. “Untuk itu saya juga akan menyurat ke pak Presiden Joko Widodo soal ini,” tandasnya.

Pihak RSAL belum memberikan klarifikasi meski sudah coba dihubungi. Petugas yang bertugas, kemarin, menyatakan dr. Iwan, yang bertanggungjawab sementara untuk operasional kantor, masih sibuk saat coba ditemui. |TOYIBAN

Tinggalkan Balasan