Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan (kedua dari kiri) turun tangan membesihkan pasar Wosi sebagai gerakan moral mendorong Manokwari sebagai daerah nol sampah. beberapa waktu lalu. (Doc. Cahayapapua)

Bersih-bersih Pasar, Bupati Tegur Pedagang

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Untuk menjaga Manokwari tetap bersih serta membantu mengatasi masalah sampah yang masih menjadi masalah utama masyarakat, Pemda Manokwari bersama TNI Polri serta pihak BUMN/BUMD, Jumat (2/9) menggerar aksi bersih-bersih pasar. Aksi yang dipusatkan di Pasar Sanggeng dan Wosi ini dipimpin Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.

Demas mengatakan, aksi Jumat bersih ini kedepan akan dilakukan 2 kali dalam sebulan yang akan dimulai dengan menyiapkan jadwal. Menurut bersih-bersih pasar merupakan langkah kecil mengatasi masalah sampah di kabupaten yang sudah 2 kali meraih trophy adipura ini.

Demas juga mengimbau warga tidak membuang sampah sembarangan tapi melalui Tempat Pembuangan Sementara yang telah disediakan.

Dalam aksi bersih-bersih di Pasar Wosi, Demas juga memberikan teguran kepada ketua asosiasi Pasar Wosi yang dinilai kurang memperhatikan kebersihan pasar tersebut.

Selain itu, ia juga menegur beberapa pedagang di los-los pasar. Pasalnya para pedagang tidak memperhatikan kebersihan tempat jualannya sendiri. “Dibawah kolong tempat jualan ini banyak kotoran sekali. Saya tidak mau tahu sebelum berjualan semua lorong ini harus dibersihkan dulu. Nanti besok saya akan cek,” tegas Demas kepada beberapa pedagang.

Bupati mengatakan, jika pesannya tidak dijalankan oleh pedagang maupun pengurus pasar, maka dirinya tak segan-segan untuk memberhentikan pedagang maupun pengurus pasar yang bersangkutan.

Ia menegaskan bahwa kebersihan pasar bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah, melainkan semua pihak, baik pedagang yang berjualan hingga masyarakat yang datang di tempat tersebut. “Kalau kita tidak bersih dari diri sendiri bagaimana kita mau membersihkan yang lain,” ia menegaskan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pasar Wosi, Sefanya Atanay mengatakan, instruksi bupati ini akan dilaksanakan pihaknya. Ia berjanji setiap hari akan terus memantau kebersihan pasar khususnya los-los pasar yang menjadi perhatian bupati.

Namun disisi lain, ia juga meminta agar Pemda memberikan bantuan penambahan tempat Pembuangan Sampah Sementara di Pasar Wosi, serta penambahan satu unit mobil yang akan dipakai sebagai transportasi pengangkutan sampah.

“Kontener yang dipakai sebagai penampung sampah sementara itu rusak. Itu yang membuat terjadi penumpukan sampah dalam jumlah banyak,” kata merujuk pada TPS di Pasar Wosi.

Menanggapi hal tersebut, bupati mengatakan, pemerintah akan berupaya memperhatikan kebutuhan tersebut dengan menyediakan fasilitas termasuk alat pengangkut sampah dalam APBD 2017. (ACS)

Tinggalkan Balasan