Anak-anak korban banjir kampung Mansaburi di pengungsian Kampung Wariori, Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat.

Bertahan di Pengungsian, Korban Banjir Kali Wariori Minta Direlokasi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com — Masa tanggap darurat bencana banjir akibat meluapnya Kali Wariori di distrik Masni telah lama berakhir. Namun sedikitnya 50 Kepala Keluarga warga Kampung Mansaburi yang menjadi korban banjir masih tetap bertahan di lokasi pengungsian.

Mereka menolak kembali ke rumah dan memilih  bertahan di gedung eks kantor Kampung Wariori, di SP-8, Distrik Masni lantaran kuatir banjir akan kembali menerjang kampung Mansaburi.

“Mereka yang masih bertahan itu umumnya transmigran asal Maluku Utara. Mereka minta direlokasi saja karena merasa kampung Mansaburi sudah tidak aman lagi, “ ungkap Koordinator Posko Pengungsi Banjir Kali Wariori Robertus Gasang via telepon, Selasa petang, (21/4).

Gasang yang juga sebagai koordinator kelompok siaga bencana kampung Mansaburi mengaku, sampai sekarang ini air masih menggenangi rumah warga terutama yang berada di sebelah barat yang dekat dengan Kali Mansaburi. Hanya pemukiman di sebelah timur yang sudah kering meski belum sepenuhnya aman.

“Jadi sebenarnya masih beresiko tapi warga memilih pulang  ke rumah sendiri bukan atas seijin kami. Mungkin karena terlalu lama di pengungsian jadi mereka jenuh, “ ujar Gasang.

Mengenai bahan makanan untuk warga yang masih bertahan di pengungsian, menurut Gasang, sejauh ini masih ditanggulangi oleh BPBD Kabupaten Manokwari, meski tidak rutin seperti pada awal-awal bencana lalu.

“Kalau ada (dropping Bama) kami bagikan, kalau tidak ada ya mereka mungkin cari sendiri, “ timpal Kepala Kampung Wariori ini. |ZACK TONU BALA