pilkada-serentak-2015.

Bertarung di Pilkada, 4 Pejabat Papua Barat Ajukan Pensiun Dini

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.COM– Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Barat menegaskan sudah mengurus berkas pensiun dini terhadap empat pejabat daerah di lingkungan Pemerintah Papua Barat yang mencalonkan diri di Pilkada serentak.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Disiplin dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Provinsi Papua Barat, Amanda Kambuaya, kemarin, mengatakan, berkas pengunduran diri empat pejabat tersebut telah diserahkan ke gubernur Papua Barat Abraham O Atururi.

“(4 orang itu) tinggal menunggu rekomendasi pak gubernur. Jadi mereka sudah mengajukan permohonan pengunduran diri,” jelas Amanda, kemarin.

Empat pejabat tersebut adalah Kepala Biro Perlengkapan Bernadus Imburi, Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Demas Paulus Mandacan, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Markus Waran dan Kepala Bidang Kelembagaan Badan Pemberdayaan Masyarakat David Towansiba.

Bernadus adalah pejabat golongan IV C, Demas berpangkat golongan IIID Penata Tingkat I, Markus Waran merupakan penata III C dengan pangkat golongan III A sementara David berpangkat merupakan Pembina golongan IV A eselon III A.

Bernadus mencalonkan diri sebagai kandidat bupati Teluk Wondama, Demas kandidat bupati Manokwari, Markus sebagai kandidat bupati di Manokwari Selatan, sementara David, calon bupati di Manokwari Selatan.

Amanda mengatakan, setelah dinyatakan pensiun dini, tiga pejabat tersebut, tanpa Bernadus, akan mendapatkan hak gaji pensiun dini, sementara Bernandus mendapatkan hak penuh sebagai pensiunan PNS.

Bernadus sudah memasuki masa usia 50 tahun, kurang dua tahun lagi, dengan masa kerja 20 tahun, sehingga dinyatakan pensiun, sementara tiga pejabat lainnya akan diberhentikan dengan hormat karena tidak memenuhi masa kerja 20 tahun dan usia belum mencapai diatas 50 tahun.

“Pejabat yang diberhentikan dengan hormat tidak akan mendapatkan hak-hak pensiun mereka lagi. Ini akan tetap berlaku meskipun yang bersangkutan nantinya tidak lolos dalam bursa calon kepala daerah.” | DINA RIANTI