Sosialisasi deteksi dini kanker payudara Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YPKI) di Manokwari. Sosialisasi tersebut mengungkap sebagian besar pasien kanker baru berobat ketika sudah berada di stadium lanjut. Toyiban/Cahaya Papua

Bhayangkari dan Polwan Papua Barat mendapat pencerahan kanker payudara

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia Linda Agum Gumelar bersama timnya dari Jakarta masih melanjutkan safarinya di Manokwari.

Bersama Bob Andinata, dokter spesialis onkologi/kanker dan beberapa orang lain dalam rombongan tersebut, melakukan sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara pada ibu-ibu Bhayangkari dan Polwan Polda Papua Barat.

Turut hadir Ketua Persit Kartika Candra Kirana Daerah XVIII Kasuari,Ny Joppye Wayangkau, Ketua DPD PWKI (Persatuan Wanita Kristen Republik Indonesia) Pdt Welly Rumbarar, Pengurus Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Titin Pamuji serta pelajar SMA/SMK.

Bob Andinata mengajak para ibu dan pelajar SMA/SMK lebih memahami kanker payudara dan melakukan deteksi dini.

“Bagaimana kanker ini muncul, awalnya hanya berupa benjolan kecil di payudara. Tidak terasa sakit, harus segera ditangani sebelum masuk di stadium lanjut,” kata Bob.

Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Watie Rudolf menilai sosialisasi ini penting untuk mencegah tidak masuk ke stadium lanjutan.Ini menjadi pelajaran bagi semua perempuan.

Ia mengisahkan pengalaman bagaimana orang tuanya serta adik kandungnya yang pernah mengidap kanker mematikan ini.

Ibundanya menderita kanker payudara pada usia 46 tahun,sedangkan adiknya saat masih remaja. Berkat pengobatan cepat dan tepat, keduanya bisa melalui masa-masa sulit.

“Ibu saya meninggal usia 74 tahun karena penyakit lain, sedangkan adik saya saat ini menjadi salah satu pimpinan di salah satu bank,” ujar Istri Kapolda tersebut.

Baginya, pengalaman ini menjadi pelajaran penting, agar ia dan orang terdekat dan rekan-rekanya sigap dan segera memeriksakan diri ke dokter.

“Minimal dari kegiatan ini dapat meningkatkan edukasi dan upaya preventif untuk mendeteksi kanker sejak dini,” katanya lagi.

Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar juga menceritakan pengalaman pahitnya menjadi pasien penderita kanker payudara. Dia bahkan sudah parah dengan kondisinya kala itu dan ia pun menjalani operasi pengangkatan kanker.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini mengatakan,pihaknya berkeliling Indonesia untuk mensosialisasikan Deteksi Dini Kanker Payudara. Sebelum di Manokwari,sudah ke Jayapura dan Sorong.

“Tugas kami keliling Indonesia untuk melaksanakan upaya mendeteksi dini kanker payudara serta memberikan sosialisasi kepada remaja puteri dan ibu-ibu,” kata istri legislator DPRRI itu..

Pada kesempatan itu, pemateri juga menjelaskan, kanker payudara merupakan tumor ganas yang berawal dari sel payudara. Kumpulan sel kanker dapat membentuk tumor yang berkembang secara cepat di jaringan payudara, dan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Dikhawatirkan akan terjadi peledakan kanker termasuk kanker payudara di tahun 2030, sehingga harus diantisipasi.

“Terus gencar sosialisasi sehingga makin banyak yang tahu dan dapat dicegah,” kata Bob. |Toyiban

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: