BI Batasi Penukaran Tujuh Uang Pecahan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com Bank Indonesia (BI) mencabut dan menarik peredaran tujuh uang pecahan yang sudah tidak berlaku. Masyarakat diberi waktu hingga 30 November 2016 untuk menukarkan mata uang tersebut di loket kantor BI.

Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat Agus Hartanto merinci tujuh uang pecahan tersebut yakni, pecahan logam Rp.5 tahun emisi 1959, logam Rp.50  tahun emisi 1991, logam Rp.100 tahun emisi 1991, uang kertas Rp.100 tahun emisi 1992, uang kertas Rp.500 tahun emisi 1992, uang kertas Rp.1000 tahun emisi 1992, dan uang kertas Rp.5.000 tahun emisi 1992.

“Uang pecahan tersebut sudah dicabut dan tidak berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sejak 30 November 2006. Penukaran terbuka hingga 30 November 2016. Lewat dari itu tidak penukaran tidak dilayani,” kata Agus, Jumat (2/9). Penukaran bisa dilakukan di loket kantor BI Perwakilan Papua di Jalan Merdeka, Manokwari.

Selain membuka menukaran uang lama yang berlaku ini, BI pun terus melayani penukaran uang lusuh yang tak layak edar. Penukaran sudah bisa dilakukan di setiap kabupaten/kota Papua Barat melalui loket yang disiapkan BI.

Dia mengutarakan, antusiasme masyarakat menukar uang lusuh cukup tinggi. Peningkatan terjadi cukup tinggi dari tahun 2015 dan 2016.

“Selama tahun 2015 penukaran baru di Papua Barat sebesar Rp.7,4 miliar. Tahun ini sejak awal tahun hingga minggu ketiga Agustus sudah Rp. 9,6 miliar.”

Pihaknya terus menekan peredaran uang lusuh dikalangan masyarakat. Di wilayah kota Manokwari membuka loket penukaran di halaman parkir Hadi Mall dan Pasar Sanggeng.

Satu loket penukaran akan dibuka di pasar Wosi dan bagi kabupaten lain seperti Pegunungan Arfak, Tambrauw, Teluk Wondama dan beberapa kabupaten lain intensitas layanan penukaran tahun ini akan ditambah minimal dua hingga tiga kali. (IBN)

Tinggalkan Balasan