Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat, Donny Heatubun. Elyas/Cahaya Papua

BI Papua Barat sarankan masyarakat tolak pembayaran uang asing

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sikapi keluhan masyarakat di Kabupaten Raja Ampat menyangkut sulitnya menukar uang asing ke rupiah, BI Papua Barat menyarankan masyarakat setempat untuk menerapkan sistem pembayaran rupiah dalam setiap transaksi dalam negeri. 

“Ini guna menegakkan kedaulatan mata uang RI. Masyarakat harus berani menolak jika ada wisatawan asing membayar menggunakan uang non rupiah,” saran Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat, Donny Heatubun kepada Cahaya Papua, kemarin.

Dijelaskan, BI hanya memberikan ijin menjalankan bisnis penukaran uang asing serta melakukan pengawasan dan perlindungan konsumen. “Siapa pun boleh melakukan kegitanan money changer sepanjang ada ijin dari BI. Kami hanya memastikan usaha tersebut sehat,” ujarnya.

Untuk Raja Ampat, diakui, usaha itu (money changer) memang masih relatif kosong, mungkin lebih semata-mata karena dalam konteks komersial calculation.

“Jika permintaan masih sedikit, pengusaha juga akan berpikir dua kali lipat,” kata Dony menginformasikan, di Papua Barat hanya ada dua money changer di Sorong yang  mendapat ijin BI. |Eliyas

Leave a Reply

%d bloggers like this: