Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Riyanto.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Riyanto.

BI : Telusuri Penyebab Inflasi Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diminta untuk terus menelusuri penyebab inflasi atau kenaikan harga yang masih berlangsung di daerah ini.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Riyanto di Manokwari, Jumat (18/11), mengutarakan, ekonomi Papua Barat saat ini sudah cukup baik. Inflasi di daerah ini tergolong rendah dan cukup terkendali.

“Kami melihat kondisi inflasi mengalami perkembangan cukup  baik, terutama untuk wilayah Sorong. Di wilayah Manokwari, masih cenderung meningkat, untuk itu perlu penelitian lebih mendalam kira-kira apa yang menjadi faktor penyebab utama inflasi ini,” katanya.

Dia menyebutkan, pengendalian inflasi adalah salah satu tugas utama BI baik pusat maupun daerah. Disisi lain, pengendalian inflasi merupakan salah satu program kerja utama Presiden Joko Widodo.

“Inflasi sebetulnya adalah perampok. Secara diam-diam inflasi merampok kesejahteraan masyarakat yang selama ini terus dibangun pemerintah pusat dan daerah,” imbuhnya.

Menurut dia, presiden cukup serius untuk membangun perekonomian Indonesia. Beberapa waktu lalu seluruh TPID di Indonesia dikumpulkan. Presiden ingin seluruh TPID serius menekan inflasi di daerah masing-masing.

Dia menyebutkan, penyebab utama inflasi di wilayah Papua Barat adalah infrastruktur. Kondisi ini telah ditangani oleh pemerintah melalui beberapa program kerja.

“Salah satunya adalah program BBM satu harga. Program ini akan memberi pengaruh luar biasa terhadap proses distribusi. Kita tahu bahwa distribusi adalah salah satu faktor penyebab inflasi,” ujarnya lagi.

Di Papua Barat saat ini sudah ada pabrik semen yang beroperasi di Kampung Maruni Manokwari. Pabrik tersebut sudah mulai beroperasi dan dalam waktu dekat akan melakukan pemasaran.

Ia menyakini, kehadiran pabrik semen di daerah ini akan berdampak positif terhadap harga semen baik di Papua maupun Papua Barat. Sebab, biaya distribusi semen dari Manokwari ke daerah lain di dua provinsi ini akan lebih murah dibanding mendatangkan dari Jawa.(IBN)

Tinggalkan Balasan