Tukang ojek berkumpul di Jalan Trikora Wosi, Sabtu (22/10). Biang kerok bentrok antar kelompok warga masih berkeliaran.
Tukang ojek berkumpul di Jalan Trikora Wosi, Sabtu (22/10). Biang kerok bentrok antar kelompok warga masih berkeliaran.

Biang Kerok Bentrok Masih Berkeliaran

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Biang kerok (pelaku utama) pemicu bentrok dua kelompok massa warga Sanggeng dengan kelompok ojek, Sabtu (22/10), masih bebas berkeliaran.

Kejadian ini terjadi berawal Sabtu (22/10) sekira pukul 09 WIT. Saat itu seorang tukang ojek dikabarkan menjadi korban penusukan oleh seorang warga Sanggeng tepat di depan Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal).

Pantauan langsung Cahaya Papua, sekelompok ojek yang tidak menerima perlakuan yang dialami rekannya tersebut, melakukan aksi protes dengan berkonfoi di sekitaran jalan Yos Sudarso.

Namun sekelompok warga Sanggeng yang melihat hal tersebut, membalas aksi tersebut dengan mengejar sekumpulan ojek menggunakan parang dan balok kayu.

Bersamaan dengan itu, sekira pukul 10.00 WIT, massa yang tergabung dalam pekerja ojek berkumpul di jalan Trikora Wosi (Kampung Makassar) berencana melakukan aksi balasan.

Tidak juah dari Pertamina, tepat pukul 13.00 WIT massa ojek mencoba mendekati wilayah kampung Sanggeng. Namun berhasil dihalau oleh pihak Kepolisan dan Satuan Brimob yang sejak awal mengawal kondisi tersebut.

Tampak belasan tembakan peringatan dan gas air mata dikeluarkan aparat untuk membubarkan massa. Massa akhirnya bisa dipukul mundur.

Disaat yang sama terpantau Dandim 1703 Manokwari Letkol Inf AndY Parulian, Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, dan Kapolsek kota, Kompol H Suroto, mendatangi massa Ojek untuk meredam aksi tersebut.

Menurut Amir salah satu saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian tersebut, menuturkan, bahwa tukang ojek yang jadi korban pada saat itu sementara mengantar penumpang,  tepat di depan Primkopal penumpang yang digoncengnya itu, hendak dicopet oleh pelaku.

“Saat melihat Ibu (penumpangnya, red) yang dia (Mardiono red) bonceng mau dicopet, Mardiono spontan melakukan perlawanan sehingga ditikam pas di tulang belakang. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut,” tutur Amir.

Terpisah, Kepala Kepolisian resor (Kapolres) Manokwari, AKBP Christia Rony Putra, menepis terkait informasi yang terlanjur beredar, bahwa pemicu bentrok bukan karena masalah jambret. Menurutnya masalah ini berawal dari aksi penikaman kemudian disusupi provokator sehingga melebar menjadi bentrok antar kelompok.

“Dari penikaman itu terdapat luka kecil seukuran satu senti di belakang korban Mardiono tukang Ojek. Ini pertikaian antara dua orang saja. Jadi seseorang melakukan penikaman tapi karena ada provokator sehingga masalah ini melebar,” ujar CH Rony, yang di temui usai membuka palang di depan SPBU jalan Trikora Wosi.

“Mengenai pelaku dan identitasnya saat ini masih dicari oleh pihak kepoisian sementara pelaku nanti kita cari,” tandas CH Rony, menjawab saat ditanya mengenai identitas pelaku.

Ratusan Personil Sabhara dan Brimob serta di Backup 1 Pelaton TNI AD dari Kodim 1703 Manokwari diturunkan mengamanakan kondisi tersebut.

Setelah bentrok tersebut diredam, Kapolres kemudian menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda sanggeng serta perwakilan Ojek dan pedagang di ruangan data Mapolres. Hasil pertemuan tersebut menyepakati langkah persuasif diantara kedua bela pihak.

Sementara menurut informasi yang dihimpun koran ini Wakil Kepala Kepolisian Daerah Wakapolda PB merencanakan akan menggelar pertemuan dengan para tukang ojek pada Senin (24/10) hari ini di Mapolda Papua Barat. (MAR)

Tinggalkan Balasan