Petugas memeriksa mayat bayi dalam koper yang dibawa penumpang pesawat di Bandara DEO Sorong, Papua Barat.

Biaya Cargo Mahal, Seorang Wanita Nekat Simpan Mayat Dalam Koper

SORONG, Cahayapapua.com—- Seorang wanita inisial JAI nekat menyimpan mayat anak kandungnya di dalam koper (tas pakaian) untuk terbangkan menggunakan pesawat agar dapat dimakamkan di Makassar, Sulawesi Selatan.

JAI melakukan perbuatannya lantaran biaya cargo pesawat untuk membawa mayat terlampau mahal.

Kepada petugas kepolisian Polres Sorong Kota JAI mengaku bahwa bayi jenis kelamin laki-laki tersebut adalah anak kandungnya yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sorong sejak Minggu (7/8/2016).

“Itu anak saya dia meninggal setelah saya melahirkan secara prematur di rumah sakit,” ujar Jai saat ditanyai anggota Polisi di Polres Sorong Kota.

Kaur Reskrim Polres Sorong Kota, IPTU, Hadi Muhadi, SH mengaku jika pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap wanita tersebut, namun  tak ada unsur pidana dalam kasus ini.

“Ini hanya karena faktor ekonomi sehingga orang tua bayi nekat memasukkan mayat anaknya di dalam koper, tidak ada unsur pidana,” kata Hadi kepada wartawan.

“Ayah korban juga tidak memahami administrasi cara pengiriman mayat serta tidak memiliki uang sebesar Rp 16 juta, yang dimintai oleh jasa pengiriman,” tambah Hadi.

Untuk mengirim mayat bayi sampai ke Makassar, Hadi mengaku jika dirinya telah berkoordinasi dengan salah satu organisasi kerukunan keluarga di Kota Sorong untuk membantu agar mayat bayi serta ibu kandungnya itu diberangkatkan ke Makassar.

Perlu diketahui bahwa, aksi nekat JAI pertama kali diketahui oleh petugas Bandara Domine Edward Osok (DEO) Sorong saat koper miliknya masuk sinar X-Ray Bandara. Saat diperiksa ternyata di dalam koper tersebut adalah mayat bayi yang diperkirakan berusia tiga hari. (NSR)

Tinggalkan Balasan