Potret Moskona Utara, kabupaten Teluk Bintuni. | CAHAYAPAPUA.com | Ari Murti

Biaya Transportasi Mahal, Warga Moskona Desak Pembangunan Jalan

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com– Infrastruktur jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat terutama dalam menjalankan roda perekonomian. Tanpa infrastruktur jalan yang memadai bisa dipastikan perekonomian masyarakat akan berjalan lambat.

Kondisi itu yang selama ini masih dialami sebagian masyarakat yang berada di pedalaman Kabupaten Teluk Bintuni, seperti yang terjadi di daerah Moskona.

Anggota DRPD Teluk Bintuni, Ruben Masakoda menegaskan bahwa saat ini masyarakat Moskona yang tersebar di  sembilan distrik sangat membutuhkan infrastruktur jalan. “Untuk Distrik Merdey, Masyeta, Moskona Timur, Moskona Utara, Biscoop dan Distrik  Moskona Barat, kita mengharapkan daerah moskona utamakan jalan dengan jembatan. Harus pemerintah lihat semuanya akses jalan dulu,” saran anggota dewan dari Moskona ini.

Ia berjanji akan memperjuangkan pembangunan jalan dan jembatan untuk membuka akses di daerah terisolir. Karena tanpa jalan yang layak, maka biaya transportasi menuju daerah pedalaman dinilai sangat tinggi. Misalnya untuk menuju Distrik Merdey dari ibu kota Bintuni, warga harus mengeluarkan uang sedikitnya 10 juta rupiah.

“Masyarakat yang tidak punya uang, tidak mampu untuk biayai mobil. Jalan bagus supaya mobil bisa turun, supaya hasil bumi bisa lancar. Kalau tidak ada jalan kami menderita, kami susah” keluhnya.

Ruben mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Jika dana daerah tidak mampu untuk pembangunan tersebut, ia menghimbau untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Selain transportasi darat, untuk menuju daerah pedalaman biasanya warga menggunakan jalur udara. Namun dengan trasnportasi udara, warga mengeluhkan jumlah penumpang dan barang yang diangkut sangat terbatas. Oleh karena itu, ia menghimbau agar pemerintah menambah subsidi pesawat udara untuk melayani jalur Moskona.

“Tahun 2015 harus tambah lagi subsidi supaya menjawab kebutuhan masyarakat untuk  merdey, moskona timur dan moskona utara,” harapnya.

Keinginan yang sama juga diungkapkan Yance Siama, salah satu tokoh intelektual Moskona Utara. Dikatakan selama sekian tahun warga moskona utara dan moskona timur sangat menderita karena masalah transportasi yang sangat sulit. Bahkan hingga saat belum ada infrastruktur jalan darat yang dibangun, sehingga satu-satunya sarana transportasi yang ada adalah pesawat udara dimana penerbangannya tergantung dari kondisi cuaca.

Oleh karena itu ia mengharapkan agar pemerintah daerah dapat segera membuka akses jalan menuju wilayah Moskona.“Kita tidak punya transportasi lain. kita minta penambahan subsidi pesawat udara supaya masyarakat bisa sejahtera. Kalau jalan belum masuk, maka pemda harus utamakan transportasi udara dan jembatan,” pungkasnya. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan