Bintuni Dorong Petani Padi Batasi Penggunaan Pupuk Anorganik

BINTUNI, Cahayapapua.com— Petani padi di Kabupaten Teluk Bintuni diharapkan berimbang dalam menggunakan pupuk anorganik atau pupuk kimia dan organik.

Kepala Kantor Penyuluhan Dan Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni Ferdinan Manibuy pekan kemarin mengatakan pemberian pupuk anorganik bukan satu-satunya solusi untuk meningkatkan produksi gabah. Pemberian pupuk anorganik secara terus menerus yang dilakukan dalam jangka waktu lama justru memiliki efek yang buruk terhadap tanah dan lingkungan.

Dikatakan, pemberian pupuk anorganik yang tidak diimbangi dengan pupuk organik dapat merusak struktur tanah, merusak kesuburan tanah dan menimbulkan pencemaran.

“Untuk menghindari efek negatif tersebut perlu dilakukan pemberian pupuk anorganik dan pupuk organik secara berimbang. Keuntungan dari applikasi kombinasi kedua jenis pupuk tersebut adalah kekurangan sifat pupuk organik dipenuhi oleh pupuk anorganik, sebaliknya kekurangan dari pupuk anorganik dipenuhi oleh pupuk organik,” kata Manibuy di kantornya.

Pasalnya, penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan karena dapat mengembalikan sifat-sifat tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan dan menggemburkan tanah yang telah padat karena efek penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Sementara tanaman padi memerlukan banyak unsur hara N dibanding hara.

“Para petani pada saat Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara terjadwal berdasarkan fase pertumbuhan tanaman padi. Pemupukan secara terjadwal dapat mencegah tanaman kekurangan unsur hara,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, apabila harus menggunakan pupuk anorganik, seperti pada penggunaan pupuk nitrogen atau urea pemakaiannya haruslah sewajarnya. Diberikan 3 kali agar pemberian pupuk N menjadi lebih efesien terserap oleh tanaman padi. Sedangkan pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik dibanding dengan satu kali pemberian bersamaan dengan pupuk urea pertama.

“Seperti misalnya pada lahan pertanian yang berada di sepanjang aliran sungai atau dekat daerah pengairan, pada wilayah-wilayah tersebut petani padi tidak pernah memberikan pupuk tambahan pada tanaman mereka,” dia mencontohkan.

Dia menambahkan ada beberpa jenis pupuk yang sering digunakan yaitu jenis pupuk anorganik yang biasanya digunakan pada tanaman padi antara lain pupuk nitrogen, pupuk phosphat, pupuk kalium dan pupuk yang mengandung unsur hara mikro.

Sementara jenis pupuk organik untuk tanaman padi seperti pupuk kandang, kompos atau pupuk hijauan dapat di gunakan secara teratur sesuai dengan komposisi kebutuhan dan unsur tanah. (ART)

Tinggalkan Balasan