Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw (kanan) dan Wabup Matret Kokop (Kiri).

Bintuni Akan Prioritaskan Kegiatan Padat Karya

BINTUNI, Cahayapapua.com—- Kegiatan pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni akan dipriortaskan salah satunya ke kegiatan yang bersifat padat karya. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menstabilkan perputaran uang di daerah ini.
       
“Saya sudah sampaikan ke tim PAPD, untuk APBD perubahan kita harus prioritaskan pekerjaan yang sifatnya padat karya karena memicu perputaran uang lebih cepat. Jadi tidak, pasti terjadi pengendapan. Kalau uang mengendap di bank, bank yang untung, masyarakat tidak rasakan dampaknya, Kalau ada perputaran uang disetiap aktivitas pembangunan, masyarakat juga pasti turut merasakan,” jelas bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw belum lama ini.

Meski selama ini perputaran uang cukup besar di daerah ini, namun kata Piet—sapaan akrabnya– perputaran uang dominan dikuasai oleh APBD. Artinya dana pemerintah lebih tinggi daripada dana swasta. Kondisi itu menurutnya membuat kondisi ekonomi di Bintuni mengalami stagnasi.

“Harus ada upaya-upaya kita supaya perputaran uang itu ada didaerah. Kalau boleh yang keluar itu 30 persen dan yang tinggal berputar di daerah itu 70 persen,” ujarnya.

Selain untuk memacu perputaran uang, kegiatan padat karya juga dilakukan untuk mendidik masyarakat agar lebih mandiri dan tidak terbiasa mengatri di kantor bupati untuk memohon bantuan dana.

Bupati menjelaskan banyak warga yang datang membawa proposal, namun setelah dijawab dan sudah dipakai habis, warga tersebut kembali  meminta seolah ini menjadi kegiatan rutin dan menganggap kas daerah sebagai sumber penerimaan.

“Ini gambaran bahwa ketergantungan masyarakat makin hari makin tinggi, Jadi ini bukan lagi komunitas tangan di atas tapi tangan di bawah. Ini salah siapa? Berarti kita tidak mampu membuat mereka mandiri,” katanya.

Bupati berharap dalam penyusunan APBD kedepan, Pemda harus berpikir bagaimana memberdayakan warga.

“Saya tidak mau lihat lagi orang antri di kantor bupati namun antri di bank. Tunggu datang dana bergulir, nanti kita akan lakukan sistem kredit untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Hal-hal seperti ini yang haru kita pikirkan. Masyarakat kita ini tidak boleh jadi penonton. Jangan sampai kita terjebak, dihukum kutukan sumber daya alam,” katanya lagi. (ART)

Tinggalkan Balasan