Ilustrasi, Kecelakaan Balap Motor.

BJPS Kota Sorong Tolak Pasien KIS Korban Kecelakaan Balap Motor

SORONG ,Cahayapapua.com— Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kota Sorong, menolak pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS), Iwan Sudi Janna, korban kecelakaan balapan motor di daerah tersebut.

Iwan, menurut keluarga, merupakan korban kecelakaan final road race di Kota Sorong 14 Maret 2016 lalu. Ia saat itu sedang menonton balapan dari kursi penonton, namun secara tiba-tiba terjadi kecelakaan balapan. Motor tersebut melompat dan menerjang tubuhnya di kursi penonton. “Iwan langsung tidak sadarkan diri. Ia mengalami luka serius,” kata Lan, adik Iwan.

Karena kecelakaan itu, keluarga korban kemudian merujuk Iwan ke salah satu rumah sakit di daerah itu. Saat hendak mengklaim biaya pengobatan menggunakan kartu KIS, Lan mengatakan, pihak BPJS menolak Iwan dengan dalih Iwan merupakan pehobi balap motor.

“Karena itu saya akan mengadukan ini ke Presiden Joko Widodo. Kenapa kartu yang diprogramkan presiden tidak bisa digunakan oleh kita,” tegasnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan Kota Sorong, Itar mengatakan, yang harus bertanggungjawab terhadap pasien pertama kali adalah panitia penyelenggara balapan.

“Korban nonton road race itukan beli tiket, jadi harusnya yang bertanggungjawab panitia sebagai pihak pertama,” ujar Itar. Ia mengimabu keluarga korban membuat laporan kecelakaan ke kepolisian.

Pihak korban juga kecewa dengan sikap panitia yang hanya memberikan Iwan santunan Rp. 2 juta, padahal keluarga mengaku meminta jaminan kesehatan selama Iwan dirawat. “Bukan uang santunan,” ucap Lan. Iwan telah diterbangkan ke Makassar untuk mendapat pengobatan oleh biaya keluarga. |NASIR

Tinggalkan Balasan