Denny Putiray. Elyas Estrada/Cahaya Papua

BMKG imbau masyarakat siaga cuaca ekstrim 3 hari kedepan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Rendani mengeluarkan imbauan terhadap potensi hujan lebat yang mengalami peningkatan sehingga berpotensi banjir dan longsor di beberapa daerah.

Kepala BMKG Stasiun Rendani, Denny Putiray menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini hingga beberapa hari kedepan diindikasikan mengalami peningkatan dengan ditandai dan terdeteksi adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia.

Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengeluarkan beberapa imbauan pada masyarakat, diantaranya untuk waspada potensi genangan air, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor.

Selanjutnya meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang.

“Cuaca ekstrim dengan potensi adanya hujan itensitas sedang hingga lebat hampir terjadi di seluruh daerah di Papua Barat. Pertumbuhan awan cukup banyak, dan inu berpotensi terjadi guntur dan kilat,” ujarnya, Rabu (7/3).

Potensi adanya hujan lebat itu, diprediksi terjadi pada siang hari hingga malam hari. Hujan tersebut merata di seluruh wilayah Papua Barat.

Tinggi gelombang di perairan laut Manokwari cukup tinggi antara 0,5 meter hingga 2 meter. Sementara kecepatan angin diprediksi 4-20 knot atau 10-40 km/jam.

“Gelombang laut cukup tinggi mencapai 2 meter, sehingga kami imbau kepada para nelayan kecil harus waspada,” tandasnya.|Elyas Estrada

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: