Yulianus Peterson Sinery

BMKG Ingatkan Perlunya Antisipasi Awal dan Dampak Elnino

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Pemerintah daerah sudah harus menyiapkan upaya antisipasi lebih awal hingga pasca dampak dari fenomena cuaca yang diakibatkan oleh elnino.

Ketua Forum Penanggulangan Bencana (FPB) Kabupaten Mankwari, Yulianus Peterson Sinery, Kamis (24/9/2015) mengatakan, dampak fenomena ini mulai nampak bahkan telah dirasakan.

Misalnya, temperatur udara di siang hari tinggi. Sementara, malam harinya tingkat kelembaban rendah hingga jarak pandangan vertikal (visibility) semakin terbatas akibat kabut asap karena adanya partikel kering.

“Rapat koordinasi lintas sektor seperti, Pertanian, Pekerjaan Umum, PDAM, Kehutanan, Pemadam Kebakaran, dan BPBD harus dilakukan. Masyarakat juga harus berhati-hati dengan aktivitas pembakaran,” katanya.

Menurut Sinery, dampak elnino ini diprediksikan bisa bertahan Februari. Sehingga, musim kemarau ini bisa bertahan sampai akhir Desember 2015.

Meski baru taraf moderat (sedang), dampak elnino ini membuat pengunduran musim hujan. Yang berakibat pada ketersediaan air serta temperatur udara yang cukup panas saat siang hari.

“Kadar uap air di udara sangat rendah sekali. Partikel kering yang menguap mengakibatkan kabut asap. Kondisi seperti ini bisa memicu penyakit ispa.” ujarnya.

Dia mengatakan, dampak elnino juga sudah dirasakan secara langsung pada sektor pertanian. “Di daerah SP – 8 sudah mengalami kekeringan karena aktivitas pertanian masyarakat sudah mulai terganggu,” tutur Sinery.

Sinery mengimbau, pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun provinsi juga harus menyiapkan upaya antisipasi pasca dampak elnino. Karena, musim akan diganti dengan memasuki musim hujan.

Observer BMKG Manokwari ini menambahkan, di Manokwari, daerah-daerah vegetasi sudah mulai rusak sehingga tingkat erosi cukup tinggi. Jika musim hujan dengan intensitas tinggi akan mengakibatkan banjir.

“Pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan provinsi harus berpikir dengan kondisi ini. Mulai dari ketersediaan air, ancaman kekeringan, bahaya kebakaran hingga kesehatan manusia,”pungkasnya. |RASYID FATAHUDDIN