Logo BMKG

BMKG : November hingga Februari Curah Hujan di Papua Barat Meningkat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari memprediksikan akan terjadi peningkatan curah hujan untuk wilayah Papua Barat mulai bulan November 2015 sampai Februari 2016.

“Curah hujan untuk wilayah Papua Barat akan mengalami peningkatan mulai bulan November, Desember, Januari dan Februari, nanti di bulan Maret dan April curah hujan akan mengalami penurunan,” jelas Kepala BMKG Manokwari, Denny Puturay di ruang kerjanya, Senin (5/102015) siang.

Peningkatan curah hujan mulai November sampai Februari itu kata Denny Puturay tidak merata untuk wilayah Papua Barat.

Wilayah seperti Manokwari, Fakfak dan Kaimana memiliki tingkat curah hujan hampir sama yakni mulai bulan November sampai Februari. Sedangkan wilayah Sorong dan sekitarnya akan mengalami penurunan curah hujan.

Ia mengatakan, untuk wilayah Sorong dan sekitarnya akan mengalami peningkatan curah hujan pada bulan Juli. “Kalau Sorong itu agak berbeda, puncak hujannya tepat pada bulan Juli. Sedangkan bulan Agustus sampai September akan mengalam penurunan curah hujan,” jelasnya.

Peningkatan curah hujan maupun penurunan curah hujan untuk wilayah Sorong, kata Denny, tidak dipengaruhi oleh posisi matahari, melainkan disebabkan oleh kondisi lokal seperti letak topografi wilayah turut mempengaruhi intensitas curah hujan.

Menurutnya kondisi curah hujan yang tidak stabil ini dipengaruhi oleh posisi matahari dari tanggal 1 September sampai 15 Oktober tepat berada diatas garis katulistiwa. Dimana letak Manokwari yang juga tepat berada di garis katulistiwa, dipastikan temperatur suhu udara akan semakin panas.

Berdasarkan teori, kata Denny, karena Manokwari terletak di garis katulistiwa, dengan kondisi temperatur suhu udara yang tinggi, dipastikan akan terjadi penguapan. Hal itu akan memicu pertumbuhan awan sehingga dapat menghasilkan hujan ringan hingga sedang bahkan bisa terjadi guntur dan kilat.

Tidak hanya itu, lainnya yang akan ditibulkan oleh tingginya pertumbuhan awan kontektif atau awan tipis bisa menyebabkan terjadinya kilat, hujan yang hanya sebentar saja, juga dapat menyebabkan terjadinya angin kencang.

Denny juga menyatakan terjadinya gelombang dengan ketinggian 1 meter sampai 1 setengah meter di wilayah utara Papua Barat juga disebabkan adanya angin selatan. Sementara di wilayah selatan, mulai dari Kaimana, Fakfak, Sorong dan Raja Ampat, intensitas gelombang dapat mencapai 2 sampai 3 meter. Hal itu dipicu oleh kencangnya angin dari arah australia.

Untuk itu Denny meminta para nelayan agar berhati-hati terhadap tingginya gelombang laut di wilayah selatan maupun utara. |RIZALDY|BUSTAM