BNI kembangkan bisnis pariwisata di Raja Ampat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bank Negara Indonesia (BNI) mengembangkan bisnis pariwisata di wilayah Kabupaten Raja Ampat. “Raja Ampat itu seksi, jumlah pengunjung akan terus meningkat. Ini terbukti dari adanya menambahan jam penerbangan sejumlah maskapai ke Sorong dan Manokwari,” kata Kepala Bisnis Perbankan BNI Wilayah Papua, Yeska Friadi di Manokwari, Selasa.

Yeska dalam peluncuran International Conference on Biodiversity, Ecotourism and Creative Economy (ICBE), mengutarakan, BNI memiliki program BNI Go Green sebagai wujud kepedulian BNI terhadap lingkungan. Melalui program ini, pihaknya meluncurkan sejumlah produk bisnis yang ramah lingkungan.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Raja Ampat, BNI membangun rumah kreatif di Pulau Arborek. Kehadiran rumah kreatif untuk membantu pelaku industri kreatif di daerah itu dalam mempromosikan produknya.

Selain transaksi langsung, kata dia, pihaknya juga memfasilitasi sarana penjualan secara online bagi seluruh komoditas industri kreatif yang diproduksi warga.

“Tidak dipungut bayaran, rumah kreatif kita sewakan, fasilitas kita belikan. Masyarakat yang menitipkan barang disitu tidak dipungut apa pun. Ini kami lakukan agar komoditas industri kreatif masyarakat Raja Ampat bisa bersaing terutama dari sisi harga,” kata dia.

Selain rumah kreatif, lanjutnya, BNI juga membantu pembangunan homestay. Pengelolaan homestay tersebut diserahkan langsung kepada pemuda-pemudi setempat.

Menurutnya, bisnis homestay cukup menjanjikan di daerah itu. Hal ini menjadi peluang kerja atau usaha bagi putra daerah.

“Dan kita tidak perlu berfikir mewah dalam membangun homestay, karena saat ke Raja Ampat pengunjung ingin menikmati sensasi natural atau kealamian di sana,” katanya.

Ia menyebutkan, keinginanan masyarakat untuk membuka homestay cukup tinggi. Saat ini sudah cukup banyak homestay yang merupakan milik dan dikelola sendiri oleh masyarakat.

“Masyarakat yang dulu menangkap ikan, kini sudah alih profesi menjadi penangkap turis. Biaya menginap di homestay milik warga ini tidak mahal, cuma 300 ribu permalam plus makan,” sebutnya lagi.

Yeska mengutarakan, pihaknya akan terus mengembangkan progrom BNI Go Green di daerah lain di Papua dan Papua Barat. Saat ini program tersebut masih difokuskan di Raja Ampat. |Toyiban

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: