Para pengedar shabu - shabu jaringan Makassar dan Jakarta yang ditangkap BNNP PB, beberapa waktu lalu.

BNN: Papua Barat lahan empuk bagi pengedar Narkoba

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat menyatakan Provinsi Papua Barat merupakan lahan empuk bagi para pengedar Narkoba.

Kepala BNN Papua Barat, Brigjen Pol Untung Subagyo, mengatakan, sesuai fakta dan hasil penyidikan tehadap tersangka serta investigasi yang dilakukan, rata-rata mengakui, tingginya harga dan permintaan narkotika jenis Shabu di Papua Barat, khususnya di Manokwari dan Sorong menjadikan daerah ini lahan empuk bagi pengedar Narkoba.

“Dari sejumlah kasus yang kita ungkap, Manokwari secara khusus dan Papua Barat secara umum, masuk dalam sasaran peredaran Narkoba terbanyak,” ungkapnya Sabtu lalu.

Dia menyebutkan, operasi yang dilakukan dalam dua bulan terakhir, terbukti barang haram jenis shabu-shabu ini didapat dari berbagai jaringan bandar yang ada di Makassar, Jakarta dan Surabaya.

“Tercatat jaringan yang kerap memasok barang ini, 99 persen berasal dari Makassar, sisanya jaringan dari Surabaya dan Jakarta,” bebernya.

Untung mengungkapkan, dari pengakuan para tersangka yang telah tertangkap, diketahui, satu paket seberat 1 gram laku dijual Rp. 2,8 juta. Dengan harga demikian, lanjut dia, menjadikan Papua Barat, lahan yang manis dalam mengedarkan Narkoba.

“Jika ditotalkan hasil penangkapan dua bulan ini, kurang lebih Rp. 34 juta, dari jumlah sitaan seberat 12,39 gram. Karena itu, kita semua wajib perangi Narkoba,” pungkasnya. (cr-80)

Tinggalkan Balasan