Kepala BNN Provinsi Papua Barat, Benny Patiasina.

BNN Perkuat Pengawasan di Raja Ampat

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Badan Narkotika Nasional (BNN) akan terus memperkuat pengawasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Raja Ampat.

Kepala BNN Provinsi Papua Barat Benny Patiasina mengatakan, BNN bersama pemerintah daerah setempat berkomitmen untuk menjadikan Raja Ampat sebagai kabupaten pariwisata yang bebas dari narkoba. Segenap upaya telah dan akan dilakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut.

“Menjelang hari narkotika nasinal lalu kami sudah menggelar pertemuan dengan segenap tokoh masyarakat, pemerintah daerah, pemuka agama dan adat. Kami mengajak seluruh pemangu kepentingan untuk mewujudkan Raja Ampat bebas narkoba,” katanya.

Rencana itu, kata dia, disambut baik termasuk kepala dinas Pariwisata setempat. Pihaknya pun berencana melibatkan BNN pusat untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap kapal yang masuk ke pusat wisata bahari tersebut.

“Jumlah personil kita terbatas, sehingga butuh dukungan BNN pusat. Keterlibatan pusat sangat diharapkan terutama pada bulan-bulan tertentu dimana jumlah kunjungan meningkat dari hari-hari biasa,” kata dia lagi.

Dia menyebutkan, pemeriksaan di kapal akan dilakukan secara rutin. Hal ini akan menjadi program tetap BNN di daerah tersebut.

Benny mengharap dukungan dan partimasi seluruh pihak termasuk media untuk mewujudkan Raja Ampat bebas Narkoba. Ia ingin Raja Ampat menjadi obyek pariwisata yang sehat, aman, nyaman serta tidak memberi pengaruh negatif bagi generasi muda setempat.

Menurutnya pemerintah Raja Ampat cukup responsif atas program ini. Bahkan pemda telah menyiapkan sebuah konsep kearifan lokal untuk mendukung program tersebut.

Selain program pencegahaan, BNN pun telah menunjuk satu rumah sakit di daerah itu untuk program penanganan korban penyalahgunaan narkoba.

Untuk pembentukan BNN kabupaten Raja Ampat, pihaknya telah mengusulkan bersama lima kabupaten lainya. Ia memperkirakan, pada tahun 2017 BNN Raja Ampat telah terbentuk. (IBN)

Tinggalkan Balasan