Dermaga pabrik semen SDIC Manokwari di Distrik Manokwari Selatan.

BNN : Waspadai Penyelundupan Narkoba di Dermaga Semen Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat mengajak pemerintah daerah mewaspadai penyelundupan narkoba melalui dermaga pabrik semen Maruni Manokwari.

Kepala BNN Papua Barat Kombes Pol Jackson Lapalonga mengatakan, saat pabrik semen yang dikelola PT SDIC Papua Cement Indonesia tersebut telah berproduksi. Selain itu dermaga yang dibangun di area perusahaan asal Cina itu siap difungsikan.

“Arus barang maupun orang tentu akan meningkat, terutama bahan baku dan hasil produksi semen. Bukan hal yang tidak mungkin jika dermaga ini bisa jadi pintu masuk,” kata Jackson, Minggu (29/1).

Ia meyakini, Dermaga tersebut dapat dimanfaatkan oknum yang hendak menyelundupkan narkoba di Papua Barat.

Jackson mengajak, pemerintah provinsi Papua Barat segera memberi perhatian serius, dengan membentuk tim bersama seluruh instansi terkait. Diharapkan, pemprov pun dapat mengadakan alat deteksi untuk mencegah penyelundupan narkoba melalui pelabuhan tersebut.

Menurutnya, hal itu sebagai salah satu bentuk investasi pemerintah daerah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja dan pemuda sebagai generasi daerah.

“Belum lama ini kami dari BNN pusat, soal alat deteksi sudah coba untuk dianggarkan agar didistribusikan ke daerah-daerah. Namun lagi-lagi anggaran pemerintah pusat terbatas,” sebutnya.

Dia mengutarakan, hampir 90 persen narkoba yang masuk di Indonesia berasal dari Cina. Sebagian kecil lainya berasal dari Pakistan, dan beberapa negara wilayah Eropa.

“Dermaga ini bisa jadi peluang bagi jaringan pengedar. Mereka tidak melihat seberapa jauhnya, yang penting ada peluang dan yang penting narkoba bisa masuk,” ujarnya lagi.

Jackson berpandangan, dari sekian kasus yang pernah ditangani, bisnis barang berbahaya tersebut sangat menguntungkan. Modus apapun akan dilakukan meskipun mahal dan berbahaya.

“Yang penting barang bisa masuk dulu, soal distribusi menurut mereka gampang, bisa melalui kapal Pelni maupun fasilitas transportasi yang lain,” pungkasnya. (IBN)

Leave a Reply

%d bloggers like this: