ilustrasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— BNNP Papua Barat melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan Pemetaan Daerah Rawan Narkoba dalam rangka harmonisasi program pemberdayaan alternatif di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (7/2).

Kegiatan ini diwakili oleh Kasie Pemberdayaan Masyarakat, Stanly N. Taghupia dan staf. Stanly mengatakan, bahwa ada beberapa lokasi yang mereka kunjungi untuk melakukan pemetaan.

Di antaranya, di Kota Sorong dilakukan koordinasi  ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong dan bertemu langsung dengan Kepala BPS Kota Sorong, Nurhaida Sirun.

Dalam koordinasi tersebut, diketahui bahwa BPS secara statistik belum melakukan survey, karena memiliki kewenangan yang terbatas. BPS menurutnya, hanya menangani data umum yaitu surver sosial ekonomi masyarakat.

Koordinasi berlanjut ke Kelurahan Aimas, Kabupaten Sorong. Di Aimas, dilakukan tatap muka dan wawancara dengan Lurah Aimas, Yober S.Matana.

Diperoleh informasi, bahwa pintu masuk peredaran narkoba itu dimulai dari tingkat kerawanan yang menggunakan lem aibon, bensin, spidol dan air kutex. Disimpulkan bahwa daerah rawan narkoba di Kabupaten Sorong meliputi  Kampung Kampung Aimo, Km 18 Tugu Pawbili, Jalan Sagu depan alun-alun.

Permasalahan ini terjadi di karenakan kurang adanya perhatian orangtua, sehingga kurang adanya figur di kawasan rawan ini, sehingga tidak ada rasa takut dalam melakukan tindakan kriminal.

Selanjutnya, dilanjutkan pemetaan di Polres Kota Sorong. Dimana dilakukan wawancara dengan Kasat Narkoba Polres Kota Sorong, AKP.Nando Saragih.

Diperoleh informasi bahwa daerah rawan narkoba di wilayah hukum Polres Kota Sorong, yaitu Jalan sagu depan alun-alun, daerah Salawati, Jalan Kontener, Mariat pantai rawan pengedar ganja, Jalan Mintipura, Pelabuhan Kelanit dan salah satu pulau yaitu pulau kabra dekat perusahan arar.

Terakhir dilakukan pemetaan (koordinasi) dengan Tokoh Agama, Wakil Ketua Klasis Kota Sorong Pnt. Fanik Tehupiori. Diperoleh informasi, daerah rawan yang ada di Kota Sorong, meliputi daerah Km 10 arah laut, Klademak Kampung Baru, Kelurahan Kufkebru.

Pemetaan dengan Tokoh Masyarakat di Kelurahan Klabala Riziart Tipawael juga dilakukan. Menurut informasi yang diperoleh BNNP, ganja yang beredar di Kampung Baru berasal dari PNG. (bm)

Leave a Reply