BNPB target turunkan resiko bencana di Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan 2019 akan menurunkan resiko bencana hingga 30 persen di Papua Barat.

Hal ini dungkapkan Kepala seksi penerapan rencana siaga BNPB RI, Dian Andry Sari, dalam pertemuan Initial Planning Conference (CDC/IPC) menghadapi ancaman bencana gempa bumi tsunami, di Gedung Rapat Kantor Bupati Manokwari, Jumat (10/11).

Pada kegiatan yang dihadari sekitar 32 peserta dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), SAR dan elemen masyarakat tersebut, dia menuturkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) BNPB RI 2015-2019, terdapat 136 kabupaten/kota yang terletak di pusat pertumbuhan dengan indeks risiko tinggi bencana.

Yakni di Papua Barat terdapat 10 kabupaten salah satunya Manokwari. Manokwari sebagai salah satu kabupaten di Papua Barat dengan tingkat resiko tinggi akan dampak bencana alam.

Sementara daerah lainnya yaitu, Papua, Jawa, Bali, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Sumatera. “Pemerintah melalui BNPB, menargetkan, sampai akhir 2019, akan menurunkan risikonya bencana sampai kategori aman. Kita berupaya keras sampai dengan 2019, risiko bencana turun 30 persen,” ucap Dian.

Menurutnya, penanggulangan bencana memiliki tiga strategi, antara lain, peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, penurunan tingkat kerentanan bencana dan strategi internalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan di pusat serta daerah.

Sekda Manokwari F.M.Lalenoh mengatakan, Manokwari dengan kondisi geografis, geologis, hidrologis, sosiologis dan demografisnya yang khas, menjadikan daerah ini rentan serta rawan akan ancaman bencana, baik yang disebabkan faktor alam maupun faktor manusia.

“Berdasarkan data indeks resiko bencana (IRBI) tahun 2013, Manokwari termasuk dalam kelas resiko tinggi dengan skor 2015 atau Manokwari kini berada diurutan pertama dari 11 kabupaten/kota di Papua Barat,” tutur Lalenoh.

Dia juga menyebutkan, Papua Barat yang terletak di 3 lempeng tektonik aktif, salah satu faktor yang menyebabkan daerah ini rentan terkena bencana alam berupa gempa bumi atau tsunami.

“Di wilayah Papua Barat dan sekitarnya terdapat banyak segmen patahan yang menyebar, dengan struktur geologi sesar normal maupun sesar naik,” ucapnya.

Ia pun berharap, dengan adanya rapat dan pembahasan serta simulasi kesiapsiagaan dalam upaya menurunkan ancaman gempa bumi dan tsunami, dapat menjadi perhatian semua pihak. Terutama instansi teknis, khususnya dalam upaya pengelolaan tanggap menguji merespon dalam menghadapi dan penanganan pasca bencana gempa bumi dan tsunami. (cr-80)

Leave a Reply

%d bloggers like this: