Firnah Yakiri, bocah 15 bulan digendong ibunya yang didampingi suami. Firnah mendapat bantuan dari Sedekah Rombongan dan Yayasan Anak Sehat Persada – Jubi/Florence Niken
Firnah Yakiri, bocah 15 bulan digendong ibunya yang didampingi suami. Firnah mendapat bantuan dari Sedekah Rombongan dan Yayasan Anak Sehat Persada – Jubi/Florence Niken

Bocah 15 Bulan Menderita Hidrosefalus

SORONG, Cahayapapua.com— Seorang bocah berumur 15 bulan, Firnah Yakiri, di Sorong, Papua Barat, mengalami penyakit hidrosefalus atau penyakit yang menyerang organ otak.

Saban hari bocah perempuan ini hanya berbaring lemah sebab tak bisa mengangkat kepalanya. Ia hanya menangis di tempat tidur.

Sementara bapak dari bocah naas ini hanya seorang buruh biasa. Keluarganya pun tak bisa membawanya ke rumah sakit. Selain Firnah, keluarga ini mempunyai tujuh anak sehingga menyulitkan mereka untuk mengobati Firnah.

Ia mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. Tekanan ini dapat merusak jaringan yang melemahkan fungsi otak jika tak segera ditangani.

Yayasan Anak Sehat Persada (ASP) berupaya melakukan pendampingan dan pengobatan terhadap anak-anak penderita hidrosefalus.

Michale Resubun, dari ASP mengatakan, pihaknya mengetahui keberadaan Firnah berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Kami baru melakukan pendampingan dan membawa Firnah ke rumah sakit untuk mendapat penanganan,” katanya seperti dikutip tabloidjubi.com, Jumat (18/11).

Menurutnya, pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit yang diderita sehingga dapat dirujuk ke Semarang. Apalagi untuk memberikan bantuan ini ASP bekerja sama dengan Sedekah Rombongan untuk membawa penderita ke rumah sakit.

Selain membawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan, bersama Sedekah Rombongan ASP memberi bantuan berupa dana pendampingan dan dana santunan.

“Pemberian dana bantuan  bagi yang membutuhkan selalu kami lakukan dengan survei terlebih dahulu. Dana pendampingan tentu beda dengan dana santunan, dana pendampinga diberikan selama pendampingan sedangkan dana santunan hanya diberikan sekali saja,” kata Koordinator Sedekah Rombongan, Hamdani.

Sementara orangtua Firnah, Simeon Erare mengaku bersyukur karena anaknya Firnah telah mendapat perhatian.

“Selama ini kami hanya pasrah saja karena memang kami tidak mampu untuk membawa Firnah ke rumah sakit,” kata Simen.

ASP merupakan yayasan yang konsen pada bidang kesehatan. Sebelumnya, Selasa lalu, ASP melakukan operasi bibir sumbing pada seorang penderita di Sorong. (*)

Tinggalkan Balasan