Edward Mandacan (5 tahun) asal Kampung Sairo Distrik Manokwari Utara, yang akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Adlu Raharusun/Cahaya Papua

Bocah penderita gizi buruk di Manokwari Utara dilarikan ke RSUD

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari mengambil langkah cepat memberikan perawatan intensif kepada Edward Mandacan, bocah berumur 5 tahun yang terkena gizi buruk di Kampung Sairo, Distrik Manokwari Utara.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari yang melakukan koordinasi cepat paska berita ini tersiar ke publik langsung melarikan Edward ke fasilitas pengobatan di unit gawat darurat RSUD Manokwari, Rabu (21/2).

“Tadi pagi sekitar jam 10.00 WIT saya kaget ada tim medis yang datang ke rumah, mereka membawa susu dan kebutuhan lain lalu diberikan kepada anak saya,” ujar Eramina Bebari, mama Edward kepada Cahaya Papua di RSUD Manokwari.

Ibunda Edward tersebut mengatakan tim medis yang tergabung dari Puskesmas Amban dan staf dinas kesehatan meminta anaknya di rawat di RSUD. Meski telah memiliki BPJS, Eramina tetap kuatir memikirkan biaya obat jika di apotik. Namun para staf meyakinkannya bahwa biaya pengobatan akan ditangguh Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.

“Saya sampaikan alasan itu ke tim yang datang tapi menurut para medis jangan takut biaya ini nanti ditanggung sama pak Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan,” ujar Eramina sembari menunjukan wajah sumringah.

Eramina kini sedang menanti hasil pemeriksaan dokter rumah sakit yang telah mengambil sampel tinja anaknya untuk di uji di laboratorium.

Secara terpisah, Kadis Kesehatan Manokwari Hendri Sembiring, Rabu (21/2), membenarkan tim medis gabungan Dinkes dan Provinsi Papua Barat dan Puskesmas Amban diutus untuk melihat langsung kondisi Edward.

Hendri juga memberikan keterangan hasil pemeriksaan sementara bahwa Edward Mandacan lahir normal dengan berat 3000 gram dengan panjang badan 50 cm, namun pada saat berusia 1,3 tahun bocah itu jatuh sakit terserang diare dan muntaber.

“Hasil pemeriksaan hari ini Edward diketahui tidak bisa duduk, lemas, pucat, kaku, dingin tungkai atas dan tungkai bawah dan respon menelan baik, sedangkat berat badan 5,5 kg dengan panjang badan 86 cm,” kata Hendri.

Hendri menyebut dari hasil pemeriksaan Edward diagnosa Maramus. Marasmus adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk dan paling sering ditemui pada balita. Penyebabnya antara lain karena masukan makanan yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan.

Hendri mengakui bahwa bocah tersebut sebelumnya memang pernah di dirawat di RSUD Manokwari dan setelah sembuh dokter membolehkan ia dibawa kembali ke rumahnya. Namun sejak dari rumah sakit kondisi badan Edward lemah dan berat badannya terus menurun kemudian di rujuk ke Puskesmas Amban.

“Saat itu dari Puskesmas Amban menyarankan ke RSUD tapi orang tuanya keberatan karena terkendala masalah keuangan. Anak dan ibunya memang ditanggung oleh BPJS tapi mereka merasa berat dalam pembiayaan lain, itulah yang menyebabkan Edward tidak lanjut dirujuk ke RSUD saat itu,” ungkapnya.

Pantauan Cahaya Papua di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari, Edward kini terbaring di ruangan UGD dengan di pasang infus di hidungnya. Ia didampingi ibu dan neneknya. |Adlu Raharusun

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: