Puing-puing bangunan Kebakaran di Kompleks Borobudur beberapa waktu lalu. (Documen Cahayapapua)

Borobudur Hendak Dikembangkan Sebagai Kawasan Bisnis

MANOKWARI, Cahayapapua—– Pemerintah Kabupaten Manokwari tetap pada pendirian merelokasi warga kawasan Borobudur, Padarni, ke lokasi baru. Pemerintah menilai warga selama ini tinggal di kawasan kumuh.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Manokwari Alberth Bandi mengatakan, selain melihat Borobudur sebagai kawasan kumuh, pemukiman di daerah tersebut sudah terlalu padat.

Adapun keputusan untuk merelokasi warga menurutnya sudah sesuai dengan rencana Pemkab. “Kawasan tersebut yang sebenarnya sudah dirancang untuk direlokasi sejak jaman kepemimpinan bupati-bupati terdahulu,” kata Albert, Rabu (21/9).

Namun bukan itu saja. Pemda tampaknya juga memiliki pertimbangan lain untuk mengembangkan kawasan tersebut. Bandi mengatakan, pemerintah telah menyiapkan rencana untuk menjadikan daerah tersebut sebagai kawasan bisnis, misalnya dengan membangun bisnis perhotelan maupun pusat perbelanjaan.

“Kami pernah melakukan studi banding ke Provinsi Sulawesi Utara sehingga contoh yang ada disana bisa kami pindahkan di kawasan Teluk Sawaibu ini,” jelas Mantan Kepala Sub Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Manokwari ini.

Dalam konteks itulah, pemerintah kabupaten berupaya membangun talut di sepanjang Teluk Sawaibu untuk menekan perluasan pemukiman hingga ke bibir pantai.

Namun jika masyarakat setempat enggan direlokasi, dia mengatakan langkah terbaik adalah menata kembali semua bangunan di kawasan tersebut. Bangunan setidaknya minimal berjarak 100 meter meter dari garis air pasang maksimal.

Selain itu, setiap bangunan yang dibangun harus menghadap langsung ke laut sehingga sampah rumah tangga bisa angkut oleh petugas tanpa harus membuangnya ke laut.

Akses jalan, lanjutnya juga perlu dibuat sehingga mobilitas masyarakat yang berada di kawasan tersebut bisa berjalan lancar. “Kalau jadi kami akan buat contoh rumah dikawasan tersebut dan warga harus membangun rumahnya mirip dengan rumah contoh yang dibuat pemerintah,” tandasnya.(ACS)

Tinggalkan Balasan