Ilustrasi

Bos dan mami Double Qyu tersangka, SPDP belum sampai Kejati

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pasca penetapan tersangka terhadap bos dan mami karaoke Double Qyu, RW dan B oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Barat, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP), disinyalir belum sampai di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.

Semestinya, sesuai ketentuan dalam pasal 109 KUHAP, penyidik wajib mengirim SPDP sejak dimulainya penyelidikan kasus tersebut  ke bagian Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Papua.

Direktur Reskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol Bonar Sitinjak, yang dikonfirmasi terkait hal ini, mengklaim bahwa pihaknya telah mengirim SPDP kasus ini Kejati Papua dengan tembusan kepada Aspidum.

“SPDP sudah kita kirim ke Kejati Papua,Rabu lalu, pasca penetapan tersangka, Senin tanggal (25/9),” ucap Sitinjak, menjawab Cahaya Papua, Rabu (4/10).

Terpisah, Aspidum Kejti Papua, Harly Siregar yang dihubungi melalui telepon selulernya, nomor 0819xxx119 tak mengangkat ponselnya. Pesan singkat pun yang dikirim hingga berita ini ditulis, belum mendapat balasan.

Namun informasi yang berhasil diperoleh Cahaya Papua melalui seorang staf pada bidang Aspidum yang enggan namanya dikorankan mengatakan, bahwa SPDP untuk dua tersangka atas kasus tersebut, hingga kemarin (Rabu 2/10) belum diterima dan di register di bidang Aspidum.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol Bonar Sitinjak, kepada wartawan menjelaskan, RW dan B ditetapkan sebagai tersangka dalam penggunaan seragam sekolahg oleh ladies dinilai lalai dan memenuhi unsur pembiaran.

Para ladies tersebut menggunakan atribut seragam sekolah sambil melayani tamu dan meneguk miras.

Penetapan kedua tersangka ini, setelah menyimpulkan hasil pengembangan dan proses penyidikan serta gelar perkara di karaoke Double Qyu yang dilakukan oleh tim Ditreskrimum Polda Papua Barat.

Selain itu, diperkuat dengan keterangan 11 saksi saat diinterogasi oleh penyidik, termasuk sejumlah ladies tersebut. Masing-masing berinisial RW, Yl, YS, ET, Rm, Vt, GM, dan, Ketua Asosiasi Pengusaha Karaoke Manokwari, Iksan.

Dalam kasus ini, penyidik telah menyita alat bukti beberapa pakaian seragam SD, SMP dan SMA yang digunakan keenam ladies yang melayani tamu diruang karoke tersebut.

Tersangka disangkakan dengan pasal 207 yaitu kejahatan terhadap kekuasaan umum, ancaman kurungan pidana 1,6 tahun. (cr-80)

Tinggalkan Balasan