Derek Ampnir

BPBD Optimistis Tekan Resiko Bencana Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat optimistis untuk menekan indeks resiko bencana di daerah tersebut.

Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Manokwari, Rabu, mengatakan, pengurangan resiko bencana harus dilakukan di setiap wilayah terutama daerah pusat kawasan pertumbuhan ekonomi.

BPBD bersama sejumlah instansi terkait di daerah tersebut, Rabu, menandatangani nota kesepahaman tentang penurungan indeks resiko bencana Papua Barat.

Menurut dia, penandatangan nota kesepahaman tersebut sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019. Setiap daerah berperan menurunkan 30 persen angka indeks risiko bencana, termasuk Papua Barat.

Dia mengutarakan, terdapat 12 jenis ancaman bencana yang harus diwaspadai. Seluruh pihak, baik pemerintah masyarakat maupun swasta harus bersinergi.

“Dengan kesepahaman pengurangan risiko bencana ini dicanangkan, mulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga, teman, kerabat dan lingungan masyarakat hingga institusi pemerintah, swasta, akademisi dan para praktisi agar saling membangun sinergitas dalam rangka pengurangan risiko bencana di Papua Barat,” sebutnya.

Ampnir menyebutkan, BPBD Papua Barat telah memiliki kajian risiko bencana atas 12 jenis ancaman bencana di daerah ini. Pemutakhiran data akan terus dilakukan agar relevan dalam pengambilan langkah.

“Jadi data dasarnya sudah kami miliki dan telah tersebar di semua kementerian dan lembaga. Dari 12 jenis ancaman risiko bencanan ini semua ada di Papua Barat,” ujarnya menambahkan.

Tahun ini, BPBD akan menyusun rencana kontigensi terhadap 12 ancaman bencana tersebut. Rencana kontigensi diperlukan unuk menghitung kapasitas, kekurangan, jumlah personil, dan peralatan yang dimiliki. (IBN)

Tinggalkan Balasan