Pelatihan manajemen tempat pengungsian oleh BPBD Papua Barat, di Aston Niu Hotel Manokwari, Senin (13/3)

BPBD : Penting Memahami Pengelolaan Pengungsi Bencana Alam

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat menyatakan pentingya memahami fungsi dan peran dalam menagemen bencana atau kelola pengungsian korban bencana alam.

Hal ini diungkapkan Sekertaris BPBD Papua Barat Wayan Patiyasa saat membacakan sambutan Gubernur Papua Barat dalam pembukaan kegiatan pelatihan manajemen tempat pengungsian, di Aston Niu Hotel Manokwari, Senin (13/3).

Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan TATTs-Mercy Corps Indonesia tersebut, Wayan sedikit menuturkan, bahwa bencana alam memiliki dampak serius bagi manusia. Untuk menyelamatkan sesorang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dari bencana.

“Sasaran kegiatan ini agar peserta memahami peran dan fungsi serta tanggungjawab masing-masing dalam mengelola tempat pengungsian sesuai dengan standar dan prinsip kemanusiaan,“  terangnya.

Dia mengemukakan, bahwa bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan tanah longsor, banjir, kekeringan dan angin puting beliung atau di kenal dengan nama angin Wabrauw serta kerusakan kebakaran hutan semua itu merugikan harta dan jiwa.

“Salah satu bencana yang masih terlintas diingatan kita, yakni banjir bandang Wasior di Kabupaten Teluk Wondama Oktober 2010 silam. Menelan korban jiwa sebanyak 156 orang meninggal dan 146 orang hilang serta 79 orang mengalami luka berat sedangkan terdapat 7.808 jiwa yang mengungsi di lapangan kodim Manokwari dan Komplek Balai Latihan Kehutanan akibat kehilangan tempat tinggal,“ sebut Wayan.

Dia mengharapkan kepada seluruh instansi agar terus meningkatkan kordinasi dalam menangani pengungsi termasuk mengelolah tempat pengungsian. Kordinasi kadang mudah di ucapkan namun sulit di laksanakan meski demikian dia menghimbau agar terus di upayakan melakukan kordinasi lintas sektor dengan baik.

“Dalam penanganan pengungsian mestinya ada kordinasi dan pengelolaan manejemen tempat pengungsian dengan pendekatan holistik dan partisipasi masyarakat,“ terang dia..

Sementara itu Kordinator Tim TATTs Papua Barat Nur Rahimi Astuti mengatakan kegiatan ini akan berlangsung hingga jumat mendatang. Kegiatan ini selain melibatkan BPBD Kabupaten Manokwari dan BPBD Papua Barat, juga melibatkan sekitar 37 peserta dari Instansi dan Badan yang ada di Pemerintahan Papua Barat.

“Selain mendatangkan pemateri lokal kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari luar Papua Barat yakni kepala BPBD Jepara,” tambahnya. (MAR)

Tinggalkan Balasan