Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat, Samy Saiba

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Pelaksana Jalan Nasional-BPJN XVII diminta fokus dalam melaksanakan pembangunan jalan trans Papua Barat.  Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat, Samy Saiba di Manokwari, mengutarakann, terdapat dua segmen pembangunan jalan penghubung kabupaten/kota dan provinsi tersebut.“Segmen pertama Sorong-Maybrat-Manokwari, kedua Manokwari-Mameh-Wasior hingga tembus di perbatasan Nabire Provinsi Papua,” kata Samy.

Dia berharap Kementerian Pekerjaan  Umum dan Perumahan Rakyat melalui BPJN XVII serius menuntaskan pembangunan tersebut. Dengan demikian, transportasi perhubungan jalur darat di daerah bisa segera berfungsi secara optimal.

Menurutnya, seluruh jalur penghubung antar kabupaten di daerah ini sudah terbuka. Tahapan yang sedang dilakukan saat ini yakni pengerasan dan pengaspalan. “Manokwari-Sorong ada dua jalur. Bisa melewati Kumurkek, bisa juga melalui Tambrauw di Fef. Bapak gubernur sudah mencoba perjalanan dari dari Manokwari ke Sorong melalui jalur ini,” kata dia lagi.

Samy menginginkan, pembangunan jalan trans di wilayah ini berjalan secara terfokus dan mengedepankan kualitas sebagaimana tertuang dalam Rencana Anggaran dan Biaya (RAB). “Jangan berpindah-pindah sebelum selesai. Jangan kerja di satu titik separoh kemudian pindah lagi ke tempat lain. Tuntaskan di satu ruas itu baru pindah ke ruas lain,”ujarnya.

Ia mengakui, banyak tantangan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan di daerah ini. Selain medan yang cukup sulit,pelaksana diperhadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membagi dua segmen dalam pembangunan infrastruktur jalan di Tanah Papua. Total panjang jalan trans Papua dan Papua Barat yang dibangun pemerintah pusat ini sejauh 4.330,07 kilometer. Panjang jalan trans yang dibangun di Papua Barat sejauh 1.070,62. Sisanya dibangun di Provinsi Papua.|Toyiban

Leave a Reply