Kepala BPJN XVII Manokwari Yohanis Tulak Todingrara (kedua dari kanan) memberikan arahan kepada sejumlah stafnya, di kegiatan pemantauan Satgas Posko jalur lebaran Manokwari-Mameh, Kamis (22/6). BJPN XVII berencana menjadikan Satgas Posko jalur lebaran sebagai Satgas Posko permanen.

BPJN XVII bakal dirikan Satgas Posko permanen trans Papua

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Manokwari bakal mendirikan Satuan Tugas (Satgas) Pos Komando (Posko) pemantauan permanen pada Jalan Trans Papua.

Kepala BPJN XVII Manokwari, Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, BPJN sebagai penyelenggara jalan nasional, trans Papua dan jalan strategis, selain menjamin kelancaran transportasi darat, juga bertanggungjawab terhadapa keamanan jalan.

“Karena itu, kami berkeinginan mendirikan Satgas Posko pemantau permanen di beberapa titik jalan trans Papua khususnya dan jalan nasional,” ungkap Yohanis saat memantau langsung 9 titik Satgas Posko jalur mudik lebaran sepanjang jalur Manokwari, Maruni, Oransbari, Ransiki hingga Mameh, Kamis (22/6).

Dijelaskan, bahwa keinginan mendirikan Satgas Posko permanen tersebut karena kondisi geografis jalan di Papua Barat yang tergolong masih ekstrim yaitu rawan banjir dan longsor.

“Memang konsekuensi dari karakteristik jalan yang bergunung dan curah hujan yang tinggi membuat peluang tanah bergerak (cukup tinggi),” ucapnya.

Selain itu lanjut Yohanis, terlepas baik mudik lebaran, natal dan tahun baru, kebutuhan Satgas Posko tersebut dirasa mendesak. Dan diharapkan dengan tersedianya Satgas Posko permanen dapat membantu memberikan informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan.

“Kami tengah merencanakan agar ada Satgas Posko pemantauan permanen yang selalu memantau kondisi di lapangan. Dan untuk sementara kita gunakan basekamp mitra kerja (rekanan), sehingga posko ini bisa berjalan dulu,” terang Yohanis.

Dia berharap hadirnya Posko di beberapa titik tersebut bisa sigap bergerak memantau dan menginformasikan serta mengatasi masalah di lapangan. “Jadi ketika ada longsor atau pun banjir, tim di lapangan bisa langsung bergerak menggunakan alat-alat berat yang ada,” tuturnya.

Kompol Frederickus Kasubdit Penegakan Hukum (Gakum) Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat, yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa fatalitas kecelakaan lalulintas yang ada di Papua Barat sangat tinggi.

“Kita prinsipnya memberikan masukan pada BPJN. Misalkan memperbanyak dan melengkapi plang petunjuk jalan, sehingga fungsi dan pemanfaatan jalan bisa berjalan baik,” ucapnya. (tnj)

One comment

  1. Mohon kepada kepala balai pelaksana jalan nasional wilayah XVII Manokwari agar memperhatikan jalan Trans papua manokwari sorong yang melewati distrik kebar itu masih terjal,harus di gusur lagi di lokasi gunung pasir yang sangat rawan kecelakaan.gunung nya harus di ratakan lagi biar tidak terlalu berbahaya bagi kendaraan yang melintasinya.

Tinggalkan Balasan