Kepala BPOM Manokwari, Mojaza Sirait. Foto : Elyas Estrada/Cahaya Papua.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Keseruan dan kegembiraan masyarakat dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Manokwari terlihat saat berpartisipasi dalam puncak hari ulang tahunnya ke 17, yang dipusatkan di Kampung Nuni, Distrik Manokwari Utara. 

Internalisasi dan penguatan komitmen untuk tetap selalu siap melayani dan melindungi masyarakat sebagai pengawas obat dan makanan juga menjadi bagian utama dari rangkaian kegembiraan tersebut.

Pada puncak perayaan HUT BPOM tersebut diawali dengan senam sehat, sosialisasi fungsi Balai POM, mengenalkan produk yang mengandung zat berbahaya, serta cara membedakan makanan, minuman dan obat yang ilegal dan dlanjutkan dengan menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.

Kepala Balai POM di Mabokwari, Moses Sirait mengatakan, di usia yang cukup dewasa ini, dia berhatap agar selalu dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dalam peran strategisnya melakukan pengawasan obat dan makanan.

“Diusia yang ke 17 tahun ini, kita berharap bisa semakin dekat dengan masyarakat, bisa selalu memberikan sumbangsih dalam memberikan informasi makanan dan minuman yang sehat,” ujarnya.

Moses mengatakan sebelum mengonsumsi obat dan makanan masyarakat harus memastikan obat atau makanan yang beli itu anam dengan rumusan cek KLIK, yakni lihat  kemasan, lebel, izin edar dan tanggal kadaluwarsa.

“Kalau kemasan rusak, cacat, kempot, mengembung jangan dibeli, baca lebel dalam produk, karena ada juga perusahaan yang tidak jujur memberi informasi tentang produk, lihat apakah ada izin dari BPOM, dan jangan lupa cek tanggal kadaluwarsa,” ungkapnya.

Diterangkan dia, BPOM bekerja berdasarkan 3 pilar, yaitu pertama, pre market control, dimana BPOM mengontrol obat dan makanan sebelum beredar di pasaran. PBOM yang mengeluarkan izin untuk makanan yang layak edar. Kedua, post market control adalah PBOM turun ke lapangan mengecek makanan yang beredar. Ketiga, komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Sedangkan untuk komunikasi dan edukasi, kata Moses bahwa dalam pihaknya harus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.  Salah salah satu cara komunikasi yang dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan menciptakan tagline yang berisi kalimat persuasi, contoh Ayo sadar makanan dan obat aman, atau cek KLIK.

Sumedi, staf Ahli bidang pemasyarakatan dan SDM Kabupaten Manokwari mengingatkan, tidak semua makanan dan minuman yang beredar bebas saat ini aman untuk dikonsumsi. Sehingga diharapkan masyarakat selalu teliti dalam memilah makanan dan minuman.

Hadirnya BPOM di Manokwari bisa menjadi wadah bagi masyatakat untuk konsultasi, serta melaporkan makanan dan minuman yang berpotensi mengandung bahan berbahaya bahkan produk yang tidak terdaftar di BPOM.

“Masyarakat harus cerdas dalam memilih makanan, jangan takut untuk lapor ke BPOM kalau ada makanan yang tidak terdaftar,” ujarnya. (Elyas Estrada)

Leave a Reply