BPOM Bentuk Desa Aman Pangan Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com– Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Papua Barat membentuk tiga desa aman pangan di wilayah Papua Barat.

Kepala BPOM Papua Barat Mudi Yunita Bukit di Manokwari, Kamis, mengatakan, pembentukan desa aman pangan dilakukan untuk meningkatkan pelibatan masyarakat dalam memberantas peredaran makanan yang tidak sehat dan tak layak konsumsi.

Di merinci, tiga desa yang dibentuk antara lain Desa Arowi Distrik Manokwari Timur dan Udapi Hilir Distrik Prafi Kabupaten Manokwari dan satu desa lagi di Kabupaten Fakfak.

“Kami melibatkan ibu PKK, aparatur Kampung dan Karang Taruna. Kami ingin kelak tiga desa ini menjadi contoh bagi desa-desa yang lain,” katanya.

Dia menjelaskan, melalui program ini BPOM akan melaksanakan proses edukasi atau pendidikan dan penyadaran kepada masyarakat. Sehingga mereka bisa menjadi konsumen cerdas.

Pihaknya ingin, masyarakat tidak hanya sekedar tidak membeli atau mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya. Melainkan, terlibat langsung dalam menjaga lingkungannya agar tidak peredaran makanan berzat berbahaya tersebut.

Edukasi pun, kata dia, dilakukan untuk mendorong masyarakat setempat mampu memproduksi makan sehat yang bisa dijual keluar.

“Jadi tidak hanya mampu mensortir makanan yang masuk, tapi masyarakat juga diupayakan untuk mampu menjual makan keluar. Tentu produk makanan yang mereka buat harus aman dan sehat untuk dikonsumsi,” katanya lagi.

Dia menyebutkan Kementerian Dalam Negeri dan BPOM memiliki peraturan bersama yang mengharuskan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan Boraks, formalin, metanel yellow, serta Rodamin pada makanan.

Salah satu tujuan pembentukan desa aman pangan, kata dia, untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan zat berbahaya tersebut. (IBN)

Tinggalkan Balasan