Bimtek Komunitas di Kelurahan Wosi oleh BPOM Papua Barat. Bimtek tersebut bertujuan mengenalkan bahan makanan berbahaya kepada warga.

BPOM Kenalkan Produk Makanan Berbahaya di Wosi

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat, Kamis (19/5/2016) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi beberapa komunitas di Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Bimtek tersebut bertujuan mengenalkan sejumlah produk bahan berbahaya yang terdapat dalam makanan.

Kepala BPOM Papua Barat melalui Kepala Seksi Pemeriksaan Penyidikan Sertifikasi dan Layanan (Pemdikserlik), Lukas Doso Nugroho mengatakan, Bimtek ini merupakan agenda tahunan yang terus dilakukan BPOM Papua Barat.

Hingga tahun ini, Bimtek sudah memasuki kali ketiga pelaksanaan. Khusus Papua Barat terdapat tiga kelurahan yang menjadi sasaran yakni Kelurahan Wosi, Distrik Prafi SP1 di Kabupaten Manokwari dan Kelurahan Remu di Kota Sorong.

“Dalam kegiatan ini akan dibentuk kader. Kader-kader ini yang akan menyampaikan kepada warga di lingkungannya masing-masing, tentang beberapa zat berbahaya yang sering digunakan dalam produk makanan,”ungkapnya.

Melalui kader-kader tersebut diharapkan pengawasan terhadap pangan di lingkungannya dan kelompok atau komunitasnya dapat berjalan maksimal.

Selain Bimtek, setiap kelurahan juga akan diikutkan dalam lomba tingkat Nasional. “Kita tidak ingin mengejar kemenangan dari perlombaan itu, tapi bagaimana di setiap kelurahan dapat menjamin keamanan pangan di setiap kelurahannya,” jelasnya.

Mengingat saat ini terdapat empat zat berbahaya yang marak beredar di pasaran yakni Borak, Formalin serta Pewarna Merah dan Kuning, yang merupakan pewarna kain, namun dijadikan sebagai pewarna makanan.

Bimtek diikuti beberapa komunitas yang akan dibentuk menjadi kader. Kader diambil dari kelompok Karang Taruna, PKK, Guru, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta beberapa elemen masyarakat lainnya. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan