Ilustrasi

BPS: Februari 2018, Nilai Tukar Petani Turun 0,14 persen

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papa Barat mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2018 turun 0,14 persen dibanding Januari 2018. Pada awal bulan di 2017, NTP mencapai 100,08 namun pada Februari turun menjadi 99,95.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Papua Barat, Hendra Wijaya menjelaskan, penurunan NTP di Papua Barat disebabkan karena indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani maupun keperluan produksi pertanian naik lebih cepat dibanding indeks hasil produksi pertanian.

“Ada tiga subsektor yang mengalami laju penurunan diantaranya NTP subsektor holtikultura 1,02 persen, tanaman perkebuban rakyat 0,96 persen dan subsektor perikanan 0,39 persen,” kata Hendra Wijaya, kemarin.

Hendra menyebut, sementara indeks harga yang diterima petani dari lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam sesuai komoditas pertanian yang dihasilkan petani.

Pada Februari 2018, secara agregat indeks harga yang diterima petani di Papua Barat mengalami penurunan 0,49 persen apa bila dibandingkan pada Januari 2018 yaitu dari 128,27 menjadi 127,64.

Selain itu, kata Hendra, NTP yang menurun tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang masih kurang mendukung. Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan hujan masih terus melanda di beberapa wilayah di Indonesia. “Karena ini musim panen raya, namun cuaca tidak mendukung,” imbuh dia.

Sementara, nilai tukar usaha rumau tangga petani Papua Barat pada Februari 2018 juga mengalami penurunan sebesar 0,61 persen dibanding bulan sebelumnya. |Elyas Estrada

Leave a Reply

%d bloggers like this: