Jenazah almarhum H.Rahimin Katjong saat dikebumikan, Jumat 2312014 di Taman Makam Pahlawan Manokwari. |CAHAYAPAPUA.com |Dina Rianti

Bram Menangis Melepas Sahabatnya

Persahabatan Abraham Oktavianus Atururi dan Rahimin Katjong (Bram-Katjong) terjalin jauh sebelum keduanya berpasangan sebagai gubernur dan wakil gubernur Papua Barat. Saat takdir bicara, Katjong yang kembali ke kerahiman Ilahi, tetap hangat dalam ingatan Bram– pria tegar yang menangis di podium menjelang pemakaman sahabatnya.

Gubernur Papua Barat Abraham Atururi Dokumentasi. | CAHAYAPAPUA.com

Gubernur Papua Barat Abraham Atururi Dokumentasi. | CAHAYAPAPUA.com

UPACARA penyerahan sekaligus pelepasan jenazah (almarhum) H. Rahimin Katjong, Jumat (23/1) di Kantor Gubernur Papua Barat terlihat jelas menyisakan duka mendalam bagi Bram dan para pelayat.

Bram beberapa kali terlihat mengusap air matanya. Tubuhnya juga terguncang menahan tangis saat berpidato, sesaat sebelum menyerahkan foto sahabatnya kepada anak sulung Katjong. Inilah wajah sendu dan tangis Bram yang pertama di hadapan publik.

Suasana duka juga tergambar pada wajah para pelayat, misalnya Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan, mantan Ketua DPR PB Josep Johan Auri dan mantan Sekda Papua Barat M.L Rumadas.

Sejumlah bupati dan walikota juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Diantaranya Bupati Manokwari Bastian Salabai, Bupati Maybrat Karel Murafer, Wakil Bupati Raja Ampat Inda Arfan, Walikota Sorong Lambert Jitmau, Bupati Sorong Stevanus Malak, Penjabat Bupati Pegaf, Dominggus Mandacan, Penjabat Bupati Mansel, Edi Budoyo dan Bupati Fakfak Muhammad Uswanas.

Terlihat pula Wakil Ketua DPR PB J.A Jumame, pengurus MUI, LPTQ, PMI Ketua Bidang Relawan H. Muhammad Muas, sejumlah pimpinan SKPD dan ratusan pegawai Pemprov.

Jenazah Katjong tiba di kantor gubernur pukul 14.00 WIT. Satpol PP lalu menandunya ke lobi kantor gubernur, tempat dilaksanakannya upacara penghormatan terakhir.

Warga juga terlihat berduyun-duyun menyaksikan prosesi penghormatan dan penyerahan jenazah itu di ruas jalan depan kantor gubernur.

Sang istri, Ny. Naning Katjong tampak tertunduk lemas mendampingi jenazah almarhum, bersama anak, menantu dan cucunya.

Gubernur dalam pidato singkatnya mengatakan almarhum berjasa kepada Tanah Papua khususnya Papua Barat. “Sosoknya yang penuh dedikasi, juga menjadi teladan bagi semua aparatur pemerintah maupun masyarakat Papua Barat,” kata Bram seraya mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa untuk almarhum yang pernah beberapa tahun menjadi guru di Merauke.

Pada kesempatan yang berbeda, di Taman Makam Pahlawan Manokwari, tempat Katjong dikubur, Bram menyampaikan ungkapan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu selama almarhum sakit hingga mempersiapkan proses pemakaman.

Keputusan untuk menggelar pemakaman almarhum di TMP merupakan hasil pertemuan pihak keluarga, beberapa saat setelah almarhum tiba di rumah duka dari Jogjakarta. Keputusan itu disampaikan langsung oleh adik kandung almarhum Haliq Chalis kepada Gubernur Papua Barat Abraham Atururi di rumah duka.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemprov Papua Barat Albert Macpal mengatakan, almarhum dimakamkan di TMP Manokwari agar dekat dengan keluarga dan mudah dikunjungi. “Juga agar lebih terawat,” kata Macpal.

Sebelum dimakamkan, almarhum disholatkan di Masjid Ridwanul Bahri, Fasharkan, Sanggeng. Isak tangis keluarga almarhum kembali pecah beberapa saat sebelum jenazah dimasukkan ke liang lahat, sekitar pukul 16.00 WIT. Jenazah diturunkan ke liang lahat dibalut Bendera Merah Putih yang diiringi penghormatan senjata oleh Bram yang bertindak sebagai pembina upacara.

Usai pemakaman, Bram menyerahkan bendera merah putih kepada pihak keluarga. Itu adalah simbol rasa hormat atas pengabdian luhur dan tulus almarhum selama menjadi abdi negara. |DINA RIANTI | ADITH SETYAWAN | PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan