Gubernur Papua Barat, Abraham Octovianus Atururi

Bram : Saya Titipkan Provinsi Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dinamika masyarakat yang tumbuh dan berkembang di atas tanah Papua Barat harus dicermati dan disikapi dengan baik. Agar masyarakat di daerah tidak berpikir yang aneh-aneh terhadap pemimpin.

Demikian disampaikan gubernur Papua Barat Abraham. O.Atururi pada upacara perayaan HUT Provinsi Papua Barat  ke-17 yang berlangsung di lapangan upacara perkantoran gubernur, Rabu (12/10/2016).

Kata Bram -sapaan akrabnya-, sepanjang kehadiran provinsi ini, banyak capaian pembangunan yang telah dicapai, baik pembangunan fisik maupun non fisik.

“Capaian di bidang fisik cukup banyak. Afirmatif action seperti tugas belajar, pembangunan masyarakat dibidang pemberdayaan juga cukup banyak. Bisa dilihat dan dirasakan nyata di lapangan. Dan ini tersebar dihampir seluruh pelosok Papua Barat. Masyarakat yang merasakan,” kata Bram.

Dia mengajak seluruh lapisan lapisan masyarakat dan elemen pemerintah bahu membahu mengisi dan membangun provinsi Papua Barat agar manfaat dari kehadiran pemekaran daerah dapat dirasakan.

“Kedepannya, saya berharap visi dan misi gubernur yang akan terpilih harus menjaga provinsi ini sebagai nikmat Tuhan. Agar setiap anak bangsa menjanga provinsi ini dengan baik sebagai tempat mencari makan dan tempat bagi anak dan cucu kita,” katanya berpesan.

Di usia ke-17 tahun, menurut Bram, merupakan periode waktu pendewasaan diri. Dengan lintas sejarah perjuangan pemekeran Provinsi Papua Barat, harus menjadi penyadaran bahwa keberadaan provinsi ini bukanlah untuk kepentingan politik sesaat.

Tetapi harus dimaknai dan disikapi sebagai suatu daerah otonom yang benar-benar diperjuangkan oleh anak negeri untuk mewujudkan cita-cita luhur menempatkan jati diri orang asli Papua di atas tanahnya sendiri secara bermartabat.

Perayaan HUT ke-17 merupakan moment terakhir bagi Atururi sebagai gubernur. Ia berpesan kepada semua pihak bergandeng tangan dan bahu membahu mempertahankan eksistensi provinsi Papua Barat. Kepada seluruh pegawai dan karyawan di lingkungan kantor gubernur, Bram meminta agar tetap semangat bekerja keras dan melaksanakan tupoksinya.

“Saya titip provinsi ini kedepan jaga dan pelihara baik aset maupun segala fasilitas perkantoran  yang dimiliki,” kata Atururi yang lebih dari 10 tahun memimpin provinsi ke-32 di Indonesia.

Ia mengatakan, sebagai pemimpin suka dan duka jelas terasa. Pemimpin yang lahir dari dunia militer ini mengaku tidak mudah memimpin daerah.

“Bedanya satu, kalau memimpin orang sipil itu susah. Harus dibentuk dan pimpin dengan baik, beda dengan militer yang lebih mudah,” ujarnya.

Bram mengaku usai meletakan jabatannya, ia memilih untuk istirahat saja. Sejak lulus Akabri tahun 1992 silam, dengan pangkat letnan dua hingga kini, dia melaksanakan tugas negara yang dititipkan.

“Ibarat handuk yang diperas sampai sudah kering sekali. Tinggal saya bawa jalan. Pengabdian itu tidak ada akhirnya. Saya tidak kemana-kemana, kalaupun terpaksa dan sangat penting, kita harus lihat porsi kesehatan,” ujarnya menanggapi jika ada panggilan untuknya di level pusat.

Upacara perayaan HUT ke-17 diikuti forkompida, sejumlah kepala daerah, para tokoh pejuang pemekaran. Perserta upacara terdiri dari pegawai di lingkup pemerintah provinsi, perwakilan TNI, pelajar SD dan SMP, mahasiswa/i STKIP Muhammadiyah.

Peringatakan ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan gubernur Papua Barat tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2014 kepada empat kabupaten dengan status kinerja tertinggi.

Kabupaten Sorong Selatan bertengger pada urutan pertama, disusul Kabupaten Sorong, pada posisi kedua, Kabupaten Kaimana pada posisi ketiga, dan Kabupaten Tambrauw. Juga diserahkan bantuan satu unit minibus dari BNI Cabang Manokwari kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat. (ALF)

 

Tinggalkan Balasan