Kapal pengangkut BBM ilegal yang dioperasikan CV Ardian Wondama milik La Muni.

Bukti Kasus BBM Illegal CV Ardian Perkasa Sudah Lengkap

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Berkas tahap I kasus dugaan bahan bakar minyak ilegal yang menjerat La Muni, pekan depan akan diserahkan Kepolisian Resor Manokwari kepada Kejaksaan Negeri Manokwari.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari AKP Tommy H Pontororing, kemarin siang, di ruang kerjanya, mengatakan berkas akan diserahkan ke Kejari Manokwari karena seluruh bukti seluruh bukti baik formil maupun materil telah lengkap. “Penyerahan akan dilakukan setelah kami mendapat petunjuk dari Kejari Manokwari,” kata kasat.

La Muni adalah pimpinan CV Ardian Wondama yang mengoperasikan kapal SPOB Dian Yuspa XIV. Kapal tersebut mengangkut 185 ton solar dan premium, yang belum lama ini ditangkap polisi di pelabuhan Anggrem Manokwari.

Tommy mengatakan, dalam pemeriksaan saksi-saksi, polisi menduga kuat bahwa La Muni memanfaatkan kontrak kerja dengan Pemda Teluk Wondama untuk membeli BBM secara tidak resmi.

BBM tidak resmi yang dimaksud, dibeli oleh La Muni dari kapal tangker pengangkut BBM yang beroperasi di perairan Papua Barat yakni kapal bumi tangker.
“Kenapa yang bersangkutan bisa kita tahan, karena ada pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dimana pelaku memanfaatkan kontrak untuk pengadaan BBM Illegal. Kontrak (dengan Pemda Teluk Wondama) juga dimanfaatkan untuk memperoleh BBM jenis premium,” terang kasat.

Selain itu polisi juga menduga La Muni melanggar aturan lain karena perusahaan yang ia pimpin tidak memiliki ijin sebagai penyuplai BBM.
Polisi menjerat La Muni dengan pasal 53 huruf b tentang pengangkutan BBM tanpa ijin dengan ancaman tiga tahun penjara serta huruf d niaga tanpa ijin dengan ancaman kurungan penjara empat tahun UU Migas nomor 22/2001 serta UU tindak pidana pencucian uang nomor 8/2010. | ADITH SETYAWAN