Ilustrasi - Penganiayaan

Buntut Pemukulan, Disdukcapil Mogok Melayani

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com— Aksi pemukulan yang dilakukan oknum anggota DPRD Teluk Bintuni terhadap Kabid catatan Sipil ternyata berbuntut panjang. Selain diproses secara hukum, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tempatnya bekerja untuk sementara menghentikan aktivitas memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti pembuatan KTP elektronik, Kartu Keluarga, AKte kelahiran maupun dokumen catatan sipil lainnya.

Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Fredrik Paduai yang juga sebagai korban menegaskan pihaknya tidak akan melakukan pelayanan kepada masyarakat hingga kasus ini diselesaikan.

“Akibat pemukulan dalam melaksanakan tugas kami, maka kami selaku Pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan SIpil tidak melakukan pelayanan kepada masyarakat sampai masalah ini diselesaikan. Kami tetap ke kantor, tetapi pelayanan tidak kami lakukan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta agar kasus pemukulan tersebut dapat diselesaikan secara instansi antara DPRD dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dimediasi oleh Bupati.

Terkait kasus tersebut, dikatakan para pegawai Dinas Kependudukan dan Capil telah melayangkan surat resmi kepada pimpinan DPRD yang berisi laporan terkait aksi pemukulan oleh oknum anggota dewan. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa kasus pemukulan sedang dalam proses hukum, serta untuk sementara instansinya tidak melakukan pelayanan hingga masalah tersebut selesai.

Sebelumnya pada Selasa (2/2) lalu, korban yang mengaku sedang menjalankan tugas tiba-tiba dipukul oleh oknum anggota dewan saat berdiskusi tentang kartu keluarga (KK). Ironisnya, insiden pemukulan justru dilakukan di ruang kepala Dinas. Hal ini dibenarkan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Teluk Bintuni, Irwansyah Nazar.

Menurutnya pemukulan dilakukan oleh pelaku terhadap anak buahnya sebanyak satu kali di bagian kepala. Dalam insiden tersebut, korban tidak melakukan pembalasan terhadap aksi pelaku.

“Kejadiannya di ruangan saya, dihadapan saya. Saya juga kaget kejadian itu begitu cepat, terkesan macam spontan begitu karena emosional. Ya, ini kan suatu yang harusnya diselesaikan baik-baik sebenarnya,” ujar Irwansyah.

Menurutnya aksi pemukulan tersebut tidak seharusnya terjadi, karena bisa dikomunikasikan secara baik. “Ya, seharusnya tidak boleh terjadi, karena korban sedang melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik. Mungkin hanya karena emosional,” sarannya. (MRT)