Bupati Kabupaten Manokwari Selatan, Markus Waran.
Bupati Kabupaten Manokwari Selatan, Markus Waran.

Bupati Ajak Warga Tinggalkan Perilaku “Dendam”

MANSEL, Cahayapapua.com— Jika setiap buah injil yang baru akan tumbuh langsung dipadamkan, sampai kapan pun anak-anak Mansel akan selalu terbelakang.

Demikian perumpamaan yang disampaikan Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, untuk mengajak warganya tidak lagi mempertahankan perilaku “dendam”.

Menurutnya, adat adalah sesuatu yang membangun serta mencerminkan hal-hal yang positif. Jika perbuatan atau kebiasaan yang akhirnya menimbulkan keresahan serta menghambat perkembangan, maka hal demikian bukanlah bagian dari adat, tetapi alat yang bisa menghancurkan kebersamaan dan kekeluargaan.

“Akhirnya kita semua sulit untuk keluar dari ketertinggalan karena dendam turun temurun,” ujar bupati

Ketika meresmikan gedung Gereja Jemaat Nebo Sitkemeimetaha Mambrema Majelis Daerah Yamboi Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) di Kampung Mambrema, Distrik Ransiki, baru-baru ini.

Kepada warga jemaat, bupati berpesan agar kebersamaan dan pelayanan di lingkungan jemaat terus berkembang dan terus menciptakan buah-buah injil di tanah Arfak.

“Berkat pelayanan injil gereja sehingga kita orang arfak sudah bisa melihat perkembangan, bahkan beberapa dari kita sudah terlibat untuk mendorong perkembangan yang ada sebagai buah-buah dari pada injil ini, kuncinya buah injil yang baru mau berkembang jangan dipadam, agar injil terus menghasilkan buah di tanah Arfak ini demi kemajuan dan perkembangan untuk kita semua,” kata bupati mengingatkan.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat Lasarus Indow, LO Polres Manokwari Selatan AKBP Yohanis Panyua, Wakil Ketua I DPRD Mansel Yohanis Bieth bersama Ketua Fraksi Nusantara DPRD Mansel H. Samsul Sami.

Sesuai data yang diterima media, bangunan gereja ini mulai dibangun sejak tahun 2011 lalu, sebagai pelopor pembangunan adalah Lasarus Indow, karena anggarannya yang digunakan dalam pembangunannya mengandalkan dana pribadi, maka proses pekerjaannya memakan waktu cukup lama, akhirnya bangunan gereja ini selesai atas dukungan Markus Waran selaku bupati yang menanggung semua kekurangannya.

“Terima  kasi kepada bapak kepala dinas sosial, meski bangunan ini tidak dianggarkan dalam DPA, namun sudah berupaya untuk membangun daerah ini melalui pembangunan gedung gereja, dan juga atas kesempatan yang diberikan kepada kami sekeluarga untuk ikut membantu dalam proses pembangunannya ini,” ucap bupati.

Selesainya bangunan gedung atas kerjasama yang baik antar semua pihak juga dimanfaatkan bupati untuk memberi pemahaman bagi masyarakat yang ada, bahwa dengan kerjasama yang baik maka pekerjaan yang berat pun akan mudah di selesaikan.

“Kalau kita semua kerja sama, maka perkara sebesar apapun akan mampu kita selesaikan, seperti halnya dengan pembangunan gedung gereja ini, Bapak Lasarus memulai, bapak-bapak yang ada di sini menyambutnya dengan tenaga, dan akhirnya saya juga mendapat kesempatan untuk ikut terlibat, ini adalah contoh yang paling dekat bahwa kebersamaan akan mebawa kebahagiaan,” jelas bupati. Seraya meminta gedung tersebut dimanfaatkan dengan baik. (ACM)

Tinggalkan Balasan