Bupati Teluk Bintuni, Alfons Manibui.

Bupati Alfons Ajak Warga Wujudkan Kenyamanan di Bintuni

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com – Situasi Bintuni sempat kurang kondusif pasca terjadinya kasus pembantaian sadis yang menewaskan tiga orang, Agustus lalu. Kondisi ini sangat disesalkan Bupati Teluk Bintuni, Alfons Manibui.

“Saya sedih sekali di ujung tahun kepemimpinan saya ada kejadian seperti ini,” ujarnya dihadapan ratusan peserta jalan santai di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni, Jumat (25/9) lalu.

Padahal sebelumnya Bintuni dikenal sebagai daerah yang paling aman di Papua dan Papua Barat. Namun pasca kejadian yang sangat tragis tersebut, situasi keamanan dan kenyamanan di Bintuni sedikit terganggu. Masyarakat mulai takut keluar rumah, terutama kaum perempuan dan anak-anak.“Ketika persoalan terjadi ada sedikit terganggu, ini membuat suasana tidak ada kasih, kenyamanan dan kedamaian. Seolah Bintuni sama dengan tempat yang lain, padahal kita hidup biasa saja dan damai, meskipun ada perasaan kecemasan,”ujar Bupati.

Situasi yang sempat mencemaskan beberapa minggu terakhir, menurutnya diperparah dengan adanya isu-isu yang berkembang di masyarakat.“Ada informasi seolah polisi bertikai dengan TNI. Ada lagi yang dibawah ke ranah politik. Jadi semua yang membuat situasi menjadi cemas, sehingga situasi seperti ini terus berlanjut,” akunya.

Menurutnya kasus ini telah ditangani oleh pihak yang berwajib dan telah diproses sesuai hukum yang berlaku. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menciptakan kondisi Bintuni kembali kondusif.“Suasana yang aman akan kembali, kita butuh hidup lebih baik. Mari kita menciptakan kondisi yang lebih kondisif,” ajaknya.

Ia menegaskan bahwa kasus pembantaian yang terjadi bukan lagi menjadi masalah dari suku tertentu, tapi sudah menjadi masalah pemerintah daerah. Sehingga kedepan ia berharap dapat diselesaikan dengan sebaik-sebaiknya.

Dikatakan, selama sepuluh tahun memimpin Kabupaten Teluk Bintuni dirinya selalu meletakan tiga pilar sebagai semangat bersama untuk berperan dalam pembangunan. Tiga pilar yang dimaksud adalah unsur agama, adat dan pemerintah.

Menurutnya pembangunan akan maju dan berkembang jika didukung oleh keamanan dan ketertiban yang kondusif.“Ini yang diwujudkan selama sepuluh tahun. Mampu menciptakan Teluk Bintuni dalam kondisi yang aman, tertib dan terkendali. Hampir tidak ada hal-hal yang luar biasa dan menonjol tempat kami,” ujarnya.

Ia percaya masyarakat mampu mempertahankan situasi keamanan yang kondusif dan kedamaian. Menurutnya jika suatu wilayah mempunyai mempunyai kondisi keamanan yang kondusif, nyaman, pelayanan pendidikan, kesehatan dan transportasi baik, maka akan tercipta kebahagiaan di masyarakat.

“Mau perubahan?, perubahan apa lagi. Kesehatan, pendidikan, lampu sudah bagus. Kalau ada masalah itu biasa. Sudah gitu masih ada yang bilang perubahan-perubahan, perubahan apa lagi?. Karena rasa nyaman sudah dominan dirasakan masyarakat,” pungkasnya. |ARI MURTI