Bupati Kabupaten Manokwari Demas Paulus Mandacan meninjau lokasi banjir yang terjadi di Distrik Masni pada Senin lalu.

Bupati Demas Tinjau Banjir Masni, Status Siaga

MANOKWARI, Cahayapapua.com Setelah mendapat laporan adanya banjir di dataran Distrik Masni pada Senin (29/2/2016) lalu, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, Selasa (1/3/2016) langsung bertolak menuju lokasi banjir.

Didampingi beberapa kepala SKPD serta anggota DPRD Manokwari, bupati mendatangi pemukiman warga yang mengalami musibah akibat luapan sejumlah sungai besar yang melintas di dataran Distrik Masni.

Setidaknya ada tiga kampung yang terendam banjir pada Senin lalu, di antaranya Kenyum I (luapan kali Makwam), Kenyum II (luapan kali Modan) dan Kampung Mimbowi dari luapan kali Mimbowi. Banjir yang terjadi di kampung-kampung tersebut, ketinggian mencapai dada orang dewasa.

Kerugian yang terjadi akibat banjir tersebut terbilang cukup besar. Karena di salah satu lokasi tepatnya di Kampung Mimbowi, Distrik Masni, sebanyak tiga rumah hanyut akibat luapan sungai Mimbowi.

Salah satu warga kampung tersebut, Yunus mengatakan, luapan sungai disebabkan intensitas hujan yang turun sejak siang hari cukup tinggi dan berakhir pada dini hari, sehingga sungai yang tak jauh dari pemukiman warga itu meluap.

Selain itu, debit air yang datang di kampung tersebut juga terbilang cukup deras, pasalnya di kampung Mimbowi terdapat tiga aliran sungai yang melewati kampung itu.

Dalam tinjauan yang dilakukan oleh bupati, juga terpantau beberapa jalan rusak serta jembatan yang ambruk akibat luapan arus banjir.

“Butuh penanganan segera karena kerusakan yang dialami kampung-kampung ini sudah parah, perlu ada tindak lanjut yang harus dilakukan pemerintah daerah,” kata bupati.

Dikatakan, penanganan darurat seperti ini tentunya membutuhkan anggaran yang besar, dimana penanganan meliputi pembangunan kembali rumah warga yang terkena banjir, serta rehabilitas aliran sungai, sehingga jika turun hujan pemukiman warga akan terbebas dari banjir.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Manokwari memiliki dana tak terduga sebesar Rp 1,5 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Manokwari. Tapi hal tersebut dinilai masih terlalu kecil untuk mengatasi masalah tersebut.

Pemda Kabupaten Manokwari saat ini akan mendata jumlah kerugian serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk pembantu menangani masalah tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Manokwari Raymond Yap mengatakan, musibah tersebut akan secepatnya ditangani oleh BPBD Kabupaten Manokwari, dengan memberikan beberapa bantuan sesuai data kerugian yang dicatat.

Selain mendata jumlah kerugian yang tercipta, BPBD juga telah mengeluarkan status siaga banjir di dataran Masni, mengingat hujan dapat sewaktu-waktu turun dengan intensitas tinggi.|ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM

Tinggalkan Balasan