Bupati Kaimana Matias Mairuma. Foto | CAHAYAPAPUA.com Isabela Wisang

Bupati Kaimana Panggil Manajemen Perusahaan Seismik KrisEnergy

KAIMANA,CAHAYAPAPUA.com– Pemerintah daerah Kaimana menggelar pertemuan tertutup baru-baru ini setelah diperlakukan kurang menyenangkan oleh PT. KrisEnergy, perusahaan yang sedang melakukan seismik di daerah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, managemen PT. KrisEnergy akhirnya terbang dari Jakarta untuk memenuhi panggilan tersebut.

Pertemuan tertutup yang dilakukan atas permintaan Bupati Kaimana Matias Mairuma, juga dihadiri Kapolres Kaimana AKBP I Nyoman Sugiarta dan Dandim 1713 Kaimana Letkol Kav Otto Sollu, Selasa (23/12/2014).

Sebelumnya Rabu (17/12/2014) lalu, Bupati melakukan kunjungan kerja ke Kampung Rafa Distrik Teluk Arguni, menyinggahi Kampung Bofuwer. Untuk sampai ke Kampung Rafa, bupati meminta bantuan fasilitas kendaraan milik PT. KrisEnergy untuk mengangkut rombongan menuju Kampung Rafa. Namun setelah menunggu kurang lebih 4 jam di Bofuwer, mobil jemputan belum kunjung datang. Kendaraan yang ditunggu baru tiba pada pukul 22.00 WIT.

Padahal sehari sebelumnya bahkan beberapa jam sebelum rombongan bupati tiba di Bofuwer, panitia sudah melakukan koordinasi agar kendaraan perusahaan standby di Bofuwer untuk mengangkut rombongan menuju Rafa.

Perusahaan inimulai melakukan seismik di wilayah Distrik Teluk Arguni dan Arguni Bawah sejak Juni 2014 lalu.

Pada kegiatan publik hearing survei seismik-2D di Meeting Room Kaimana Beach Hotel, 5 Juni 2014 lalu, General Manager PT. KrisEnergy Indonesia, Basuki Kusmutarto mengatakan, telah melakukan survei awal baik terkait lokasi seismik maupun pendekatan dengan masyarakat yang ada di lokasi potensial pertambangan. Seismik dilakukan sesuai kontrak antara pemerintah Indonesia dan KrisEnergy untuk mengeksplorasi minyak dan gas.

Jumlah lintasan seismik dari hasil survei lokasi yang telah dilakukan, mencapai 11 lintasan dengan panjang 300 meter, terdiri dari; 189 kilometer atau 63% berada di daratan dan 111 kilometer atau 37% berada di laut.

Jarak antara lubang getaran 50 meter, dengan kedalaman 25 meter dari dasar laut atau dari permukaan tanah. Sementara teknik pembangkitan sumber getar baik darat maupun laut, dihasilkan dari peledakan ‘Daya Gel’ bukan dengan teknologi ‘Air gun.’

Guna meminimalisir kerusakan lingkungan, KrisEnergy menyatakan tidak menggunakan material penting bernilai ekologi seperti pohon mangrove, menghindari kegiatan seismik di wilayah konservasi dan di daerah yang dilindungi secara komunal, tidak menggunakan bahan kimia, menghindari pemotongan pohon produktif serta tidak memotong pohon endemik yang dilindungi atau dilarang.

|ISABELA WISANG