Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemda Manokwari bersalaman usai mengikuti Halal Bi Halal Pemda Manokwari di Ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari Sowi Gunung, kemarin.

Bupati Manokwari Dorong Pegawainya Jadi Contoh untuk Masyarakat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—– Pemerintah Kabupaten Manokwari, Rabu (3/8) menggelar Halal Bi Halal 2016 yang diikuti puluhan aparatur sipil negara di lingkungan Pemda Manokwari bertempat di ruang sasana karya Pemda Manokwari Sowi Gunung.

Dalam Halal Bi Halal yang mengusung tema, “Kita Tingkatkan Kebersamaan Antar Umat Beragama dalam Pembangunan Manokwari” itu juga dihadiri Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.

Berbicara dalam sambutan, bupati mengatakan Halal Bi Halal merupakan tradisi umat muslim usai merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Halal Bi Halal juga merupakan upaya agar sesama manusia, terutama para aparatur sipil negara bisa saling memaafkan secara tulus dan iklas sehingga bisa menjalani hubungan kemanusiaan yang lebih baik kedepan.

Lebih jauh bupati berpesan agar para aparatur sipil negara menjadikan momentum Halal Bi Halal untuk merajut tali persaudaraan diantara sesama sehingga dapat dijadikan cerminan bagi masyarakat demi kesatuan dan persatuan dengan menyingkarkan perbedaan baik golongan hingga pola kerja PNS.

“Kenapa hal ini perlu dilakukan? guna menciptakan Kabupaten Manokwari yang aman damai dan sejahtera yang selama ini kita impikan,” tambah bupati.

Tak hanya itu, aparatur sipil negara di lingkungan Pemda Manokwari juga didorong untuk membangun relasi yang baik lintas sektor untuk bisa mewujudkan visi dan misi Pemda Manokwari.

“Kiranya melalui Halal Bi Halal ini citra positif PNS dapat tumbuh dalam diri kita masing-masing, karena melalui citra postif itu maka pembangunan di Kabupaten Manokwari juga akan berdampak postif,” tegas Bupati.

Dalam kesempatan itu, bupati juga memohon maaf karena tak bisa mendatangi satu per satu rumah para pegawau yang beragama Islam, mengingat terdapat beberapa agenda kerja yang tak bisa ia tinggalkan.

Sebelumnya Halal Bi Halal diawali dengan khotbah yang mengajarka persamaan yang dimiliki antara umat Islam dan agama lain, dimana hidup rukun merupakan salah satu budaya nusantara yang harus terus dipertahankan. (ACS)

Tinggalkan Balasan