logo_BPBD

Bupati Manokwari Ingin Anggaran untuk BPBD Naik

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kabupaten Manokwari termasuk daerah rawan bencana terutama gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, upaya pengurangan resiko bencana (PRB) melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat perlu dilakukan secara kontinyu dan terpadu.

“Simulasi dan pelatihan PRB tidak hanya di wilayah kota tapi merata ke semua kampung terutama daerah yang risiko bencana tinggi. Juga bangun person-personnya juga, “ kata Bupati Bastian Salabai, Jumat siang di kediaman dinasnya Jl. Sarinah Manokwari.

Bupati mengapresiasi peran serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat antara lain Yakkum Emergency Unit (YEU) yang selama 3 tahun terakhir aktif melakukan pelatihan dan pendampingan masyarakat dalam rangka membentuk masyarakat yang tangguh bencana.

Selain akan mendorong peran aktif semua SKPD terkait, Salabai juga berjanji untuk memperkuat kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Ke depan anggaran untuk BPBD kita tingkatkan karena memang Manokwari ini daerah rawan bencana, “ucap Salabai.

Bantuan Pusat

Terkait anggaran kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Manokwari baru saja mendapat bantuan dana untuk penanggulangan bencana sebesar Rp 6,8 miliar lebih dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bupati Bastian Salabai menandatangani langsung nota pencairan dana bantuan tersebut di Jakarta, beberapa hari lalu.

“Kita bersyukur mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Diharapkan dana tersebut sudah harus masuk ke kas daerah kabupaten Manokwari, “ ujar Bupati.

Terkait peruntukkan dana tersebut, Bupati belum bisa memastikan karena masih menunggu petunjuk teknis dari BNPB. Cahaya Papua sudah mencoba menghubungi Kepala Pelaksana BPBD Raymon Yap melalui telepon selulernya, namun tidak diangkat. | ZACK TONU BALA