Bupati Manokwari Bastian Salabai (keempat dari kanan) bersama Wabup dan pimpinan DPRD, perwakilan muspida dan pejabat teras Pemkab Manokwari pada resepsi ,memperingati hari jadi Kota Manokwari Ke-116 di Distrik Masni baru-baru ini. | CAHAYAPAPUA.com |Zack Tonu Bala

Bupati Manokwari Kecewa Terhadap Bawahannya

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Bupati Manokwari Bastian Salabai kecewa karena ternyata hanya sebagian kecil SKPD yang serius menjalankan komitmen membangun dari kampung ke kota  yang telah dicanangkan dirinya pada tahun 2014 lalu.

Komitmen membangun dari kampung ke kota diwujudkan dengan lebih banyak mengarahkan program dan kegiatan ke kampung-kampung sebagai upaya untuk menyeimbangkan kemajuan antara kampung dan kota.

Bupati menginstruksikan semua SKPD mengalokasikan anggaran pembangunan dengan porsi 60 : 40, yang artinya 60 persen di kampung dan 40 persen di dalam kota.

“Selama ini (tahun 2014) hanya 3 sampai 4 SKPD saja saja melaksanakan komitmen Bupati itu. Tahun 2015 ini saya tegaskan, semua SKPD harus amankan. Saya mau lihat bukti, “ tegas Salabai dalam rapat koordinasi bersama semua pimpinan SKPD di ruang Sasana Karya Kantor Bupati di Sowi Gunung, Kamis (22/1/2015).

Bupati juga mengingatkan SKPD agar mengutamakan program dan kegiatan yang memang menjadi kebutuhan utama dan mendesak bagi masyarakat.

“Harus ada skala prioritas supaya ada hasil yang bisa terukur. Kita kerja sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan kita, “ ujar Manokwari-1.

Terkait itu, Wakil Bupati Roberth KR. Hammar meminta tim anggaran Pemda agar memastikan postur APBD 2015 benar-benar mencerminkan porsi 60 : 40 sesuai apa yang sudah menjadi komitmen Bupati.

“Harus dipastikan semua SKPD seperti itu. TAPD harus koordinasi dengan SKPD untuk melihat itu supaya jangan kita saling menyalahkan. Harus jelas dalam APBD 60 (persen) itu yang mana 40 itu yang mana. Karena selama ini tidak jelas, “ kata Hammar

“Jangan sampai Bapak Bupati sudah bicara di mana-mana, tetapi dalam APBD tidak menggambarkan itu. Nanti LSM bilang kita stop tipu sudah, bahasa itu yang selama ini kita dengar, “ lanjutnya  mengingatkan. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan