Bupati Kabupaten Manokwari Selatan, Markus Waran.

Bupati Manokwari Selatan: Mau APBD naik? Benahi sanitasi

RANSIKI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari Selatan Markus Waran menyatakan, bahwa di Indonesia sanitasi menjadi primadona. Ini terbukti saat melakukan konsultasi dengan Bappenas, yang ditanyakan lebih awal  adalah soal SSK (Strategi Sanitasi Kabupaten).

Oleh sebab itu, sekda sebagai ketua pokja dan ketua TAPD, agar dapat mendorong setiap SKPD terkait, seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bappeda, Dinas Kesehatan , PU, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, untuk memperhatikan hal ini.

“Karena yang menjadi ukuran kita punya dana APBD itu bisa naik. Kalau master plant perencanaan sanitasi baik, ini menjadi acuan pusat,” ungkap Markus pada kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) oleh Kementrian PU Pepera di Kabupaten Manokwari Selatan, pekan lalu.

Markus mengatakan, mumpun Manokwari Selatan belum banyak warung-warung makan di pingir jalan, dapat diatasi dari sekarang. “Kenapa kegiatan ini sangat penting, karena berbicara mengenai perilaku hidup manusia,” katanya.

Ia kembali mengingatkan, bahwa dalam setiap persentase di kementrian, yang ditanya adalah dokumen sanitasi. Oleh karena itu SKPD terkait, PU Pappeda, Dinas Sosial dan SKPD lainnya, untuk dapat menyiapkan hal ini.

Karena menurutnya jika perencanaan sanitasi baik, maka akan mengenjot sumber-sumber dana yang lain.

“Jadi bagi instansi terkait yang belum paham, bisa ditanyakan,” tegas Markus.

Perwakilan Kementrian PU Pepera Bondan menjelaskan, terkait sanitasi, kementrian tersebut akan membantu membuatkan perencanaan di daerah, tetapi sumber dananya melalui APBD masing-masing.

“Berbicara limbah, buang air sembangan (BAB), kalau BAB tidak diolah, maka akan mencemari lingkungan. Di Jakarta pencemaran lingkungan begitu besar. Setiap rumah punya septin, tapi tidak pernah disedot. Airnya tumpah ke lingkungan. Sementara mereka mengambil air tanah dari dekat situ. Makanya hati-hati beli makan di Jakarta,  ada rasa asinnya sedikit,” ungkap Bondan.

Keinginan pusat membantu kabupaten/kota, karena diketahui bahwa di daerah SDM-nya masih sangat terbatas. “Oke kita bantu buatkan perencanaan, nanti cosh nya di sini (daerah). Saya mau buat apa, maka dibuatkan perencanaan SSK,” ujarnya.

Ditegaskan, bahwa SKK bukanlah proyek mercusuar, tetrapi ini adalah untuk kebersamaan. Karena yang namanya sanitasi itu hubungannya dengan perilaku manusia. Sanitasi ada karena manusia. “Maka kita harus roba perilaku.”

Pertemuan lintas SKPD ini dihadiri dari oleh Bappeda, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Ini adalah rapat awal proyek yang tujuan menyamakan persepsi di antara semua pihak pelaksanaan proyek menyangkut prosedur dan teknis pelaksanaan proyek (kick off meeting). (bm)

Tinggalkan Balasan