Markus Waran lagi santai berfoto bersama ibu-Ibu yasinan di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat

Bupati Markus Waran Bicara Toleransi Beragama di Jakarta

MANSEL, Cahayapapua.com–– Kader PDIP Papua Barat yang juga adalah Bupati Manokwari Selatan Markus Waran menanamkan hidup toleransi umat beragama bagi masyarakat Jakarta saat mengkampanyekan Ahok- Djarot sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Topik tersebut menjadi bahan yang selalu dibahasnya baik saat berdiskusi maupun berkampanye terbuka seperti yang dilakukan pada acara tatap muka dengan ibu-ibu Yasinan di Kampung Bakti RW 7 Kelurahan Cideng Kecamatan Senen, Jumat pekan lalu, bersama sekretaris DPC PDI Jakarta Pusat, Herlina Waode.

Ditegaskan, sistem pemerintahan tidak mengenal adanya pengkotak-kotakan agama, melainkan memberikan pelayanan sesuai dengan porsi yang ada.

Ia mencontohkan layanan pemerintahan di Papua dan Papua Barat terlebih khusus di wilayah pemerintahannya yakni Manokwari Selatan, pihaknya selaku kepala daerah hanya melihat satu sisi yakni semua warga adalah masyarakat.

Disampaikan, bilamana pemerintahan melakukan keberpihakan pada salah satu golongan atau salah satu organisasi, maka pemerintahan akan sulit untuk membuktikan kinerjanya, dan apa yang di programkan akan sulit untuk selesai dengan baik, terlebih lagi bila mengkreditkan salah satu agama dan hanya memprioritaskan yang lainnya.

Hal tersebut akan menjadi hambatan keberhasilan program yang di rencanakan, sebab suksenya program pemerintahan harus mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat bawah sebagai sasaran program pemerintahan.

“Kalau semua masyarakat dari berbagai agama mendukung dan mendoakan program yang direncanakan oleh pemerintah, maka tentunya apa yang direncanakan akan berhasil dan membuahkan hasil, bagaimana supaya pemerintahan mendapat dukungan dari masyarakat luas adalah dengan memberikan perhatian yang sama sesuai dengan komposisi dan presentase sebarannya,” terangnya.

Kaitan dengan hal tersebut, Markus melempar kembali intisari dari apa yang disampaikannya kepada ibu-ibu yasinan, bilamana Ahok selama kepemimpinannya dinilai cukup berhasil, maka percaya bahwa ia menjalankan sistem pemerintahan dengan baik, tidak membeda-bedakan kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Untuk itu, Markus kembali mengingatkan kepada warga agar dalam memilih pimpinan atau kepada daerah agar memilih kepada daerah yang betul-betul memberikan perhatian serius kepada masyarakat.

Menurutnya kandidat yang akan bersaing pada putaran kedua pilkada Gubernur DKI Jakarta bukanlah orang yang baru bagi masyarakat Jakarta, sehingga tidak akan sulit untuk membandingkannya.

“Pak Ahok sebagai mantan gubernur dan lawannya adalah mantan menteri, bapak/ibu bisa bandingkan apa yang sudah diperbuat oleh keduanya kepada masyarakat DKI Jakarta, hal ini yang saya mau sampaikan bahwa pilihlah yang sudah ada bukti, jangan yang hanya memberikan janji belaka,” tambah Markus.

Menggiring warga, Markus sempat menonjolkan kelebihan Ahok dengan memberikan contoh bahwa Ahok sudah memberikan perubahan yang cukup banyak bagi Jakarta, baik perubahan di jalanan, di pemukiman bahkan hingga saluran air.

Disampaikan bahwa yang dirasakan oleh dirinya yakni kemacetan yang sudah mulai menurun, pemukiman di Jakarta sudah lebih membaik, dan aliran air di sungai sudah semakin lancar.

“Seperti yang ada di sepanjang pemukiman kita ini, ibu-ibu sendiri sudah melihat jalannya air yang lancar,” ungkapnya sembari menunjuk kali yang melintas di belakang pemukiman warga.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Markus untuk menyampaikan kepada masyarakat Jakarta bagaimana toleransi umat beragama di tanah Papua. Disampaikan masyarakat yang di Papua dan Papua Barat khususnya di Manokwari Selatan yang merupakan adalah daerahnya sendiri tidak membatasi diri yang mana yang Kristiani sebagai agama yang dominan dan yang mana yang menganut agama lainnya, bagi mereka tetangga dan warga sekampung adalah saudara.

“Makanya kalau ada acara, semua komponen bergabung mempersiapkan acaranya, yang muslim bertugas untuk mempersiapkan konsumsi bagi warga muslim dan umat lainnya mempersiapkan konsumsi untuk umum,” jelasnya.

Kepada ibu-ibu yasinan Markus berpesan agar kondisi yang ada di Papua juga dapat di hidupkan di wilayah pelayanan mereka, guna menciptakan situasi yang aman, damai sejahtera dan intinya semua saling peduli. “ Kalau sudah demikian ibu-ibu akan semakin nyaman di tempat ibu-ibu sendiri,” tambahnya. (ACM)

Tinggalkan Balasan