Bupati Petrus Kasihiw.

Bupati pastikan 150 paket proyek untuk pengusaha asli Papua

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menjanjikan akan menyediakan sebanyak 150 proyek bagi pengusaha asli Papua. 

Hal ini disampaikan Bupati Petrus Kasihiw melalui press rilis Humas, Jumat (4/8) pekan kemarin.

Dikatakan bupati proyek-proyek tersebut akan dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2017, untuk menjawab aspirasi pengusaha lokal  Papua yang telah terdaftar di lembaga pengadaan secara elektronik (LPSE).

Jumlah proyek yang disediakam menurut Bupati memang tidak sebanyak pengusaha asli Papua yang saat ini sudah terdaftar mencapai lebih dari 200, namun Bupati berharap dapat memberdayakan pengusaha lokal asli Papua.

“Pemerintah akan menyediakan paket pekerjaan bagi pengusaha lokal sebagai wujud pemberdayaan pengusaha lokal asli Papua,” kata Bupati.

Sementara pada saat peresmian LPSE akhir Mei lalu, Bupati menyampaikan mengenai pemberdayaan pengusaha-pengusaha asli Papua, bahwa didalam Perpres 84 dan 54, serta Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) sudah jelas bahwa keberpihakan, perlindungan, pemberdayaan, kepada Orang Asli Ppaua (OAP) telah diatur dan harus dilakukan.

Sebab itu Bupati menegaskan akan melakukan pembinaan agar pengusaha asli Papua bisa mengikuti proses persyaratan-persyaratan yang sudah ditetapkan.

“Diatas Rp. 200 -500 juta itu ada penunjukan langsung, yang mana akan melibatkan pengusaha lokal kita. Kita juga akan memberikan arahan kepada mereka untuk mempersiapkan diri,” ungkapnya.

Bupati mengatakan, penunjukan langsung ini merupakan suatu kewajiban pemerintah daerah dalam rangka melakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan para pengusaha supaya mampu bersaing dengan yang dari luar. Selain itu, penunjukan langsung ada mekanisme lain yakni sistem group yang bisa mengikutsertakan pengusaha lokal.

“Kalau kontraktor induknya berhasil lolos ditetapkan menjadi pemenang lelang dia berkewajiban untuk mensub kontrakan ke bagian groupnya. Disanakan pasti ada juga pengusaha lokal. Misalnya proyek jalan besar, mungkin buat gorong-gorongnya bisa disubkon ke pengusaha-pengusaha lokal. Harapan-harapan kita seperti itu,” harap Bupati. (art)

Tinggalkan Balasan