Bupati Pegaf Yosias Saroy saat berada di lokasi bencana di Kali Sop.

Bupati Pegaf : Kami Butuh Bantuan Semua Pihak

ULLONG, Cahayapapua.com—– Duka mendalam dirasakan masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak, tidak terkecuali orang nomor satu di daerah ini. Belum genap dua bulan memimpin Kabupaten Pegaf, musibah datang menghapiri, Minggu (17/4/2016) lalu.

“Lima warga saya menjadi korban banjir bandang dan longsor. Tiga diketemukan, sementara dua orang warga sampai sekaran belum diketahui keberadaannya,” kata Bupati Pegaf, Yosias Saroy, SH, MH kepada Cahaya Papua, di sela pencairan warga yang menjadi korban musibah banjir bandang dan longsor di Distrik Hingk, baru – baru ini.

Tiga korban yang berhasil ditemukan sebut bupati, adalah Esrinus Saroi (24 tahun), Buminus Insen (28 tahun) dan Oktovianus Insen (20 tahun). Dua lainnya, Apolos Nuham (14 tahun) dan Oktovina Insen (23 tahun) tidak diketahui rimbanya.

Tak hanya korban jiwa, kata Yosias Saroy, warganya juga kehilangan harta benda akibat meluapnya kali perempuan, atau dalam bahasa Hatam disebut Minyei Sop.

Ia mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Barat terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat untuk turut serta membantu Pemkab Pegaf.

“ Kita (Pegaf) di kepung banjir bandang dan longsor. Bencana bisa datang sewaktu – waktu disaat musim penghujan saat ini, tolong kerahkan tim khusus untuk menjaga warga dari bahaya banjir dan longsor susulan,” harap bupati.

Bagi organisasi pemerintah maupun masyarakat yang hendak membantu, Bupati mengatakan, telah dibuka tiga posko tanggap bencana Pegaf di lokasi Bumi Marina Asri, Pemda Pegaf, Anggi dan kantor distrik Hingk.

“Selaku kepala daerah saya sampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah datang membantu maupun yang hendak mengulurkan tangan memberikan bantuan. Kebaikan anda sekalian, tentu Tuhan akan membalas budi baik tersebut,” tandas Yosias Saroy. (YOS)

Tinggalkan Balasan